Walikota Venesia Luigi Brugnaro mengatakan banjir yang terjadi kali ini merupakan yang terparah dalam kurun waktu lebih dari 50 tahun terakhir.
"Kami sedang menghadapi gelombang pasar terparah. Semua orang telah diungsikan untuk menghadapi keadaan darurat," ujar Brugnaro dalam cuitannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penjaga pantai mensiagakan kapal tambahan yang difungsikan sebagai ambulans air. Meja dan kursidiletakkan di sepanjang lorong untuk menyediakan minuman hangat bagi penduduk dan turis korban banjir.
Lorong-lorong dan hotel-hotel mewah di sepanjang Grand Kanal yang biasanya dipenuhi turis kini sepi karena tersapu banjir.
[Gambas:Video CNN]
Brugnaro mengatakan akan meningkatkan status banjir sebagai bencana bagi Venesia.
"Saat ini banjir mulai surut, namun kami tetap siaga untuk kemungkinan permukaan air kembali meninggi dan menimbulkan sejumlah kerusakan," ungkapnya.
Lihat juga:WNI Diperkosa dan Dirampok di Malaysia |
Pembangunan infrastruktur yang massif sejak 2003 dan perubahan iklim dituding menjadi penyebab banjir parah kali ini.
Alun-alun Santo Markus menjadi salah satu lokasi banjir terparah karena letaknya yang berada di salah satu titik terendah kota. (evn)