Seperti dilansir Associated Press, Senin (18/11), pejabat badan kesehatan Samoa, Dr. Take Naseri, memperkirakan penyebaran wabah campak akan semakin memburuk. Dia mengatakan hanya dua pertiga warga Samoa yang sudah menjalani vaksinasi campak, sedangkan yang lainnya rentan terinfeksi virus.
Pemerintah juga menutup kampus Universitas Samoa, dan meliburkan mahasiswa dan menunda ujian yang seharusnya digelar pekan ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut pakar vaksin dari Universitas Auckland, Selandia Baru, Dr. Helen Petousis-Harris, menyatakan pemerintah Samoa menghentikan program imunisasi sejak beberapa bulan pada 2018 lalu setelah ada dua bayi yang meninggal diduga usai di vaksin.
Helen menduga warga Selandia Baru yang mengidap campak pergi ke Samoa dan menyebabkan wabah itu menyebar. (ayp/ayp)