Swedia Hentikan Penyidikan Kasus Pemerkosaan Julian Assange

CNN Indonesia | Rabu, 20/11/2019 08:55 WIB
Swedia Hentikan Penyidikan Kasus Pemerkosaan Julian Assange Ilustrasi pendiri WikiLeaks, Julian Assange. (AFP PHOTO / POOL / JOHN STILLWELL / AFP PHOTO / POOL / JOHN STILLWELL)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Swedia memutuskan menghentikan penyidikan kasus dugaan pemerkosaan yang disangkakan kepada pendiri WikiLeaks, Julian Assange. Mereka memutuskan melakukan hal itu karena alasan rentang waktu antara waktu kejadian dan proses hukum yang dilakukan terlampau jauh, yakni hingga sembilan tahun.

"Sembilan tahun sudah berlalu. Waktu adalah kunci utama dari kasus ini. Bukti berupa pengakuan lisan semakin lemah seiring berjalannya waktu," kata jaksa penuntut umum Swedia, Eve-Marie Persson, seperti dilansir Associated Press, Rabu (20/11).


Persson menyatakan meskipun korban menyampaikan pengakuan berupa kronologi kejadian itu, tetapi lagi-lagi ingatan akan melemah seiring waktu.


"Meskipun pengakuan korban sudah sangat rinci dan panjang," ujar Persson.

Menurut kuasa hukum korban, Elisabeth Massi Fritz, dia kecewa dengan keputusan penegak hukum Swedia memutuskan menghentikan penyidikan. Sebab dia menyatakan kliennya sudah memberikan kesaksian panjang lebar secara tertulis terhadap penyidik, serta diminta kesaksian lisan dan didukung bukti forensik dari dokter.

"Untuk saya hal itu sudah lebih dari cukup. Bagaimanapun, jaksa sudah melakukan pekerjaannya dengan baik dan dia tidak bisa dipojokkan karena hal itu," tulis Fritz kepada kantor berita Swedia, TT.

Pada Juni lalu, pengadilan Swedia memutuskan Assange tidak boleh ditahan. Dua bulan kemudian, Assange ditahan di Kedutaan Besar Ekuador di London, Inggris, di mana dia sudah bersembunyi selama tujuh tahun.

Assange ditangkap dan harus menjalani hukuman penjara 50 pekan akibat kabur dari tahanan Inggris pada 2012.

[Gambas:Video CNN]

Menurut pengakuan korban, Assange memperkosanya saat melawat ke Stockholm pada Agustus 2010. Sejak itu Swedia menerbitkan surat perintah penangkapan terhadap Assange terkait dua delik, yakni pelecehan seksual dan pemerkosaan.

Assange lantas kabur ke Inggris. Swedia kemudian mengajukan permohonan ekstradisi, tetapi Assange keburu mendapat suaka di Kedutaan Besar Ekuador.

Amerika Serikat juga meminta pemerintah Inggris mengekstradisi Assange karena diburu akibat delik spionase.

Ekuador mencabut suaka Assange pada April lalu sehingga dia bisa ditangkap kepolisian Inggris. Sampai saat ini dia ditahan di penjara Inggris dan akan menjalani sidang praperadilan terkait permintaan ekstradisi AS.


Assange yang merupakan warga Australia disangka dengan 18 delik oleh Distrik Timur Virginia. Dia dituduh menguympulkan dan menyebarkan informasi rahasia dengan cara berkonspirasi dengan mantan intelijen Angkatan Darat AS, Chelsea Manning, dengan cara membobol kata sandi komputer Kementerian Pertahanan. (ayp/ayp)