Drone Milik Italia Ditembak Jatuh di Libya

CNN Indonesia | Kamis, 21/11/2019 19:03 WIB
Drone Milik Italia Ditembak Jatuh di Libya Ilustrasi. (U.S. Air Force photo)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pasukan Libya yang setia pada Jenderal Khalifa Haftar mengklaim telah menembak jatuh drone atau pesawat tak berawak milik Italia. Menurut mereka, drone Italia ditembak jatuh karena telah memasuki wilayah Libya.

"Kami menembak jatuh drone Italia dengan rudal anti-pesawat, di utara Tarhouna," kata juru bicara pro-Haftar, Ahmad al-Mesmari.

Drone tersebut ditembak jatuh di dekat pangkalan pasukan Haftar, bagian tenggara Tripoli. Saat ini mereka masih menunggu konfirmasi dari pihak Italia. "Kami masih menunggu penjelasan tentang alasan mengapa drone terbang di atas wilayah Libya," kata Mesmari.



Kementerian Pertahanan Italia sebelumnya mengatakan bahwa pesawat tak berawak itu jatuh saat melakukan misi patroli maritim di lepas pantai Libya.

"Investigasi sedang dilakukan untuk menentukan penyebab insiden itu," kata pernyataan tersebut dikutip dari AFP, Kamis (21/11).

Kemhan Italia menambahkan bahwa rencana penerbangan itu sebelumnya sudah dikomunikasikan kepada pihak berwenang Libya. Sebelumnya pasukan pro-Haftar juga mengaku telah menembak jatuh drone Turki.

[Gambas:Video CNN]

Libya terperosok dalam kekacauan sejak pemberontakan yang didukung NATO menggulingkan hingga membunuh diktator Moamer Kadhafi pada 2011.

Kota Tripoli menjadi lokasi medan perang sejak April lalu antara kelompok Tentara Nasional Libya (LNA) pimpinan Jenderal Khalifa Haftar LNA dan gabungan beberapa kelompok militan lain yang didukung pemerintah Libya di Benghazi. Sedangkan pemerintah Libya di Tripoli didukung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).


LNA merupakan kelompok milisi terbesar dan terorganisir di Libya yang didukung Mesir, Uni Emirat Arab (UAE) dan Rusia. Sedangkan kelompok milisi yang didukung pemerintah Libya mendapatkan dukungan dari Turki dan Qatar.


Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan lebih dari 1.000 orang tewas dalam perang memperebutkan Tripoli. Sedikitnya 6.000 lainnya mengalami luka-luka dan lebih dari 120.000 orang terlantar akibat pertempuran. (dea)