Kemenlu Bantah Ada Suporter Indonesia Tewas di Malaysia

CNN Indonesia | Jumat, 22/11/2019 07:24 WIB
Kemenlu Bantah Ada Suporter Indonesia Tewas di Malaysia Ilustrasi pendukung tim sepakbola nasional Indonesia di Malaysia. (CNN Indonesia/Nova Arifianto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia membantah beredarnya kabar ada WNI pendukung tim sepakbola Indonesia tewas dalam aksi kekerasan saat laga kualifikasi Piala Dunia 2022 melawan kesebelasan Malaysia ,di Stadion Bukit Jalil. Di luar pertandingan itu dilaporkan terjadi pengeroyokan dan penusukan terhadap pendukung Skuat Garuda.

"Kami sudah cross check ke KBRI kalau informasi adanya suporter Indonesia yang tewas ditusuk tidak terkonfirmasi," kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemenlu, Judha Nugraha, saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Jumat (22/11).

Kepala Satgas Perlindungan WNI KBRI untuk Malaysia Yusron B Ambary mengatakan mendapat beberapa laporan usai Derbi Nusantara itu. Yusron juga memberikan keterangan terkait rekaman video pengeroyokan suporter Indonesia yang viral di media sosial.


Menurut Yusron, kejadian pengeroyokan terhadap WNI bernama Fuad itu terjadi di Bukit Bintang pada Senin (18/11) lalu sebelum pertandingan Malaysia vs Indonesia.


"Ada satu kasus yang sudah kami terima laporannya, yang beredar di media sosial, orang kita [Indonesia] digebuki. Orangnya sudah datang [ke Malaysia] satu malam sebelum hari pertandingan. Saya diberitahu Aliansi Suporter Indonesia," ucap Yusron.

"Namanya Fuad, saya sudah bertemu orangnya. Paspornya dirampas, tas Fuad dirampas," kata Yusron menambahkan.

Dijelaskan Yusron, usai insiden pengeroyokan itu Fuad mendatangi KBRI di Malaysia guna mengurus dokumen yang hilang dengan membuat surat perjalanan laksana paspor (SPLP).

"Saya minta dia [Fuad] mengurus dokumen yang hilang ke imigrasi, paspor spesial," tutur Yusron.

Sebanyak 41 suporter sempat ditahan usai laga Malaysia vs Indonesia pada laga kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia di Stadion Bukit Jalil, Selasa (19/11) lalu.

Sempat terjadi kericuhan antarsuporter pada laga yang dimenangkan Malaysa 2-0 atas skuat Merah Putih.

Dikutip dari Harian Metro, ada sekitar 14 suporter Indonesia yang ditahan kepolisian setempat. Sisanya yakni 27 orang pendukung tuan rumah juga diamankan aparat.

Kemenlu Bantah Ada Suporter Indonesia Tewas di MalaysiaPertandingan kualifikasi Piala Dunia 2022 antara kesebelasan Indonesia dan Malaysia/ (STR / AFP)
Asisten Kepala Polisi Wilayah Cheras Mohamed Mokhsein Mohamed Zon mengatakan penahanan itu hanya untuk pemeriksaan terkait kericuhan yang sempat terjadi di Stadion Bukit Jalil.

Kembali dilansir dari Metro, sejumlah pendukung Malaysia dilaporkan sempat melakukan provokasi dengan berkumpul di depan Pintu E Stadion Bukit Jalil. Wilayah tersebut merupakan jalur bagi para suporter Indonesia yang seharusnya steril dari para fan tuan rumah.

Situasi itu membuat para pendukung Indonesia sempat tertahan di dalam stadion untuk menghindari bentrok dengan para pendukung Malaysia.

Sebelumnya aparat kepolisian Malaysia melarang suporter Indonesia ke luar stadion lantaran para pendukung Malaysia masih berkumpul di depan pintu tersebut.

Kebijakan itu memang sesuai dengan poin yang dihasilkan setelah pertemuan pihak kepolisian dengan perwakilan Aliansi Suporter Indonesia, yang menyebut suporter Indonesia tidak diperkenankan langsung ke luar stadion dan menunggu suporter tuan rumah habis.

Sekitar pukul 24.00, kendati masih ada suporter Malaysia yang berada di halaman SNBJ, pihak keamanan mulai membuka pintu E dan mempersilakan suporter Indonesia pulang.

Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia Syed Saddiq meminta polisi menyelidiki dugaan pengeroyokan suporter Indonesia di Malaysia. Syed Saddiq juga berjanji penyelidikan itu bakal berjalan transparan.


"Kami akan memastikan akan ada investigasi yang transparan dan tepat."

"Keadilan adalah untuk semua, tidak pandang dari Malaysia atau Indonesia," ucap Syed Saddiq.

Syed Saddiq kemudian meminta korban pengeroyokan untuk melaporkan kekerasan yang ia alami ke pihak berwajib.

"Saya sudah katakan pada kepolisian untuk menyelidiki." (ayp/ayp)