Menristek Ajak Ilmuwan WNI Pulang dan Bangun Ibu Kota Baru

CNN Indonesia | Selasa, 03/12/2019 17:37 WIB
Menristek Ajak Ilmuwan WNI Pulang dan Bangun Ibu Kota Baru Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), Bambang Brodjonegoro. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), Bambang Brodjonegoro, mengatakan ingin mengajak para peneliti Indonesia yang bekerja di luar negeri atau diaspora untuk membangun pusat inovasi di ibu kota negara yang baru.

Bambang menyebut pemerintah berencana mengembangkan pusat inovasi di wilayah ibu kota baru yang dibangun di Kalimantan Timur.
"Kami akan coba rekrut diaspora Indonesia yang ada di mana-mana itu. Mudah-mudahan bisa kami tarik dan bisa mendukung inovation center di ibu kota baru," kata Bambang di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/12).

Bambang menyatakan telah melapor kepada Presiden Joko Widodo terkait rencana pengembangan pusat riset dan inovasi di ibu kota baru. Pembangunan pusat riset dan inovasi tersebut untuk menyiapkan Indonesia di masa depan.


Mantan kepala Bappenas itu menyebut salah satu yang bisa dikembangkan adalah teknologi digital. Ia mengatakan juga akan mendorong perusahaan swasta untuk ikut membangun kawasan pusat riset dan inovasi tersebut.

"Tapi saratnya harus ada universitas, yang berorientasi sains teknologi dan matematik untuk mendukung sumber daya manusianya," ujarnya.

[Gambas:Video CNN]

Bambang menuturkan pemerintah yang bakal menyiapkan fasilitas untuk menciptakan ekosistem pusat riset dan inovasi baru itu. Menurutnya, fasilitas tersebut akan dibangun di wilayah khusus ibu kota baru.

Pusat inovasi ini dirancang seperti yang ada di negara maju.

"Yang penting kami menciptakan ekosistem,, sehingga para peneliti atau inovator terbaik ada di tempat itu," tuturnya.

Jokowi pernah meminta para peneliti dan ilmuwan Indonesia yang berada di Korea Selatan kembali dan membangun Tanah Air. Ia mempersilakan peneliti dan ilmuwan untuk mengembangkan diri terlebih dahulu di Negeri Ginseng.
"Sekarang di sini (Korea Selatan) dulu enggak apa-apa, melihat, mengamati, kemudian pada titik tertentu memang nantinya semuanya harus kembali membangun negara kita," kata Jokowi dalam pertemuan di Hotel Lotte, Busan, Korea Selatan, beberapa waktu lalu. (fra/ayp)