AS Kirim Utusan Lanjutkan Perundingan dengan Taliban

CNN Indonesia | Jumat, 06/12/2019 01:45 WIB
AS Kirim Utusan Lanjutkan Perundingan dengan Taliban Ilustrasi delegasi Taliban. (AP Photo/Alexander Zemlianichenko)
Jakarta, CNN Indonesia -- Juru runding Amerika Serikat untuk Afghanistan, Zalmay Khalilzad, menyatakan akan melanjutkan negosiasi damai dengan Taliban. Langkah itu diambil setelah pembicaraan itu terhenti selama tiga bulan setelah Presiden AS, Donald Trump, menghentikan dialog.

Seperti dilansir AFP, Kamis (5/12), Khalilzad tiba di Ibu Kota Kabul untuk bertemu dengan Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani. Sepekan sebelumnya Trump melakukan kunjungan mendadak ke pangkalan militer AS di Afghanistan dalam memperingati Hari Pengucapan Syukur (Thanksgiving).
Dalam kunjungan itu, Trump menyatakan bersedia melanjutkan perundingan damai dengan Taliban. Sebab, AS dan Taliban sudah berperang di Afghanistan selama 18 tahun.

"Duta Besar Khalilzad akan bergabung dalam dialog dengan Taliban untuk membicarakan langkah-langkah terkait negosiasi damai intra-Afghan dan penyelesaian urusan setelah perang, termasuk meredam kekerasan dan gencatan senjata," demikian isi keterangan pers Kementerian Luar Negeri.


Setelah dari Afghanistan, Khalilzad bakal menuju Qatar untuk bertemu dengan biro politik Taliban.

Perundingan antara AS dan Taliban nyaris membuahkan hasil pada September lalu. Diharapkan hal itu bisa meretas jalan untuk negosiasi damai antara Taliban dan pemerintah Afghanistan.

[Gambas:Video CNN]

Akan tetapi, Trump memutuskan membatalkan pertemuan dengan petinggi Taliban dan menarik diri dari perundingan damai karena seorang tentara AS gugur akibat serangan Taliban. Dalam kunjungannya di Afghanistan beberapa waktu lalu, Trump menyatakan ingin membuat kesepakatan dengan Taliban.

Taliban sampai saat ini tidak mengakui pemerintahan Afghanistan yang dianggap boneka AS. Namun, Khalilzad menyatakan Taliban masih mau diajak berdialog.

Khalilzad juga membantu proses pertukaran tahanan antara Taliban dan pemerintah Afghanistan serta AS. Taliban membebaskan dua ilmuwan dari AS dan Australia yang sudah ditawan selama tiga tahun.
Sebagai imbalan, pasukan Afghanistan dan AS membantu Taliban memerangi pengikut Negara Islam (ISIS Khurasan) di Provinsi Nangarhar. (ayp/ayp)