AS-Meksiko Bahas Strategi Atasi Kartel Narkoba

AFP, CNN Indonesia | Jumat, 06/12/2019 10:08 WIB
AS-Meksiko Bahas Strategi Atasi Kartel Narkoba Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador. (Foto: AFP PHOTO / RONALDO SCHEMIDT)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador mengatakan telah melakukan pertemuan Jaksa Agung Amerika Serikat William Barr untuk membahas strategi memerangi kartel narkoba dan gelombang kejahatan di perbatasan kedua negara.

Obrador mengatakan dalam pertemuan tersebut pihak AS sepakat untuk bekerja sama mengatasi permasalahan yang dihadapi kedua negara.

"Sebagai pengacara, dia [Barr] memahami bahwa konstitusi mengharuskan kita mematuhi prinsip-prinsip kerja sama dan non-intervensi dalam kebijakan luar negara. Kami sepakat untuk bekerja sama," ugkap Obrador usai melakukan pertemuan tertutup di Meksiko City.


Dilansir AFP, selain membahas kartel narkoba, Obrador mengatakan pihaknya juga membatas isu perdagangan senjata, pencucian uang, dan pemberantasan kejahatan transaksional.

Pertemuan tersebut sekaligus merespons rencana Presiden AS Donald Trump untuk mengklasifikasikan kartel narkoba Meksiko ke dalam daftar kelompok teroris.

Obrador mengatakan pihaknya keberatan dengan gagasan Trump dan menganggap hal itu sebagai upaya intervensi kepada Meksiko menyusul penembakan massal kepada komunitas Mormon.

Trump menyampaikan pernyataan tersebut saat merespons pertanyaan dalam sebuah sesi wawancara media konservatif Bill O'Reilly. Ia menanyakan apakah Trump akan menyebut kartel asal Meksiko sebagai kelompok teror.

"Apakah Anda akan menyebut kartel-kartel di Meksiko itu sebagai kelompok teror dan mulai menembaknya dengan pesawat nirawak?" tanyanya dalam sebuah cuplikan wawancara yang diunggah dalam situs web pribadinya.

"Saya tidak ingin mengatakan bahwa saya akan melakukannya, tetapi mereka akan disebut [sebagai kelompok teror]. Saya pasti akan menyebut mereka. Saya telah mengerjakan hal itu selama 90 hari terakhir. Pemberian sebutan bukanlah hal yang mudah, Anda harus melalui sebuah proses dan kita berada dalam proses itu," kata Trump. (evn/evn)