Obrador mengatakan dalam pertemuan tersebut pihak AS sepakat untuk bekerja sama mengatasi permasalahan yang dihadapi kedua negara.
"Sebagai pengacara, dia [Barr] memahami bahwa konstitusi mengharuskan kita mematuhi prinsip-prinsip kerja sama dan non-intervensi dalam kebijakan luar negara. Kami sepakat untuk bekerja sama," ugkap Obrador usai melakukan pertemuan tertutup di Meksiko City.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertemuan tersebut sekaligus merespons rencana Presiden AS Donald Trump untuk mengklasifikasikan kartel narkoba Meksiko ke dalam daftar kelompok teroris.
Obrador mengatakan pihaknya keberatan dengan gagasan Trump dan menganggap hal itu sebagai upaya intervensi kepada Meksiko menyusul penembakan massal kepada komunitas Mormon.
"Apakah Anda akan menyebut kartel-kartel di Meksiko itu sebagai kelompok teror dan mulai menembaknya dengan pesawat nirawak?" tanyanya dalam sebuah cuplikan wawancara yang diunggah dalam situs web pribadinya.
"Saya tidak ingin mengatakan bahwa saya akan melakukannya, tetapi mereka akan disebut [sebagai kelompok teror]. Saya pasti akan menyebut mereka. Saya telah mengerjakan hal itu selama 90 hari terakhir. Pemberian sebutan bukanlah hal yang mudah, Anda harus melalui sebuah proses dan kita berada dalam proses itu," kata Trump. (evn)