Aktivis Cilik Greta Thunberg Turun Aksi di KTT Iklim Madrid

CNN Indonesia | Minggu, 08/12/2019 05:05 WIB
Aktivis Cilik Greta Thunberg Turun Aksi di KTT Iklim Madrid Greta Thunberg saat melakukan aksi di luar pertemuan ekonomi dunia di Davos, 25 Januari 2019. (AFP Photo/Fabrice Coffrini)
Jakarta, CNN Indonesia -- Aktivis lingkungan cilik dari Swedia, Greta Thunberg ikut turun aksi di jalanan menuntut sikap para pemimpin dunia yang menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) tentang iklim atau COP 25 di Kota Madrid, Spanyol.

Thunberg menjadi terkenal karena menginisiasi aksi menuntut sikap pemerintah dunia dalam menghadapi ancaman perubahan iklim di negara asalnya, Swedia. Pun, lewat pidatonya yang tajam kepada para pemimpin dunia pada Maret lalu.

"Kita tidak bisa membiarkan lebih banyak hari lagi tanpa aksi yang nyata. Setiap kesempatan untuk memperbaiki situasi harus kita ambil," ujar gadis 16 tahun tersebut dalam jumpa pers sebelum aksi di Madrid Jumat (6/23) seperti dilansir AFP.


"Kita telah melakukan aksi sekarang selama lebih dari setahun dan tetap saja tak ada hal mendasar yang sudah terjadi. Krisis iklim tetap disanggah para pemegang kekuasaan," sambungnya.

Thunberg pun berharap ada tindakan nyata dari para pemerintah dunia karena rakyat dunia mulai menderita serta sekarat akibat darurat ekologi dan iklim saat ini.

"Kita tak bisa menunggu lebih lama lagi," ujar remaja yang mulanya sendirian menyuarakan soal ancaman perubahan iklim di depan gedung parlemen Swedia.

Aksi para aktivis lingkungan di Madrid itu akan terus berlangsung selama 12 hari. Selama 12 hari itu pula KTT iklim di bawah PBB digelar di Madrid.

COP 25 sendiri seharusnya di gelar di Santiago, Chile. Namun, Chile batal menjadi tuan rumah karena aksi menolak kebijakan pemerintah yang meluas. COP 25 di Madrid sendiri telah digelar sejak Senin (2/12) lalu.

Untuk hadir menyuarakan tuntutan nyata menanggulangi perubahan iklim, Thunberg menolak menggunakan penerbangan dari negara asalnya. Dia menyatakan lebih memilih jalan darat karena tak mau turut menyumbang emisi karbon.

Sekedar informasi, Thunberg sendiri telah berada dalam perjalanan ke Chile kala itu, sebelum akhirnya arena COP25 diputuskan digelar di Madrid.

[Gambas:Video CNN]
Para demonstran, termasuk Thunberg, berjalan lima kilometer dari stasiun kereta api Atocha. Mereka melakukan pawai aksi hingga menuju arena para pemerintahan dunia mengikuti COP25.

Salah satu lansia yang turut dalam aksi tersebut, Olga Conde (65), mengatakan pemerintahan dunia harus mendapatkan tekanan sosial agar mau melakukan tindakan nyata. Bahkan, sambungnya, dengan ancaman perubahan iklim yang sudah di depan mata saja disebutnya pemerintahan dunia masih mencoba mengabaikan.

"Kita berada dalam satu momen paling kritis dalam sejarah kita, dan terlihat untuk kali pertama kita berbicara dengan satu suara," ujar aktor asal Spanyol pemenang Oscar yang mengikuti aksi bersama aktivis lingkungan tersebut, Javier Bardem.

COP25 digelar 2-13 Desember 2019. KTT ini diikuti setidaknya 200 negara untuk membicarakan perihal aturan perdagangan karbon global, serta bagaimana negara-negara miskin dan terdampak harus mendapat kompensasi dari kerusakan akibat penggunaan emisi negara-negara maju.

(AFP/kid)