'Terminator' Pinjamkan Mobil 'Hijau' ke Greta Thunberg

CNN Indonesia | Kamis, 03/10/2019 00:06 WIB
'Terminator' Pinjamkan Mobil 'Hijau' ke Greta Thunberg Arnold Schwarzenegger. (AFP PHOTO / ANDER GILLENEA)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan gubernur California, Arnold Schwarzenegger meminjamkan sebuah mobil listrik untuk aktivis lingkungan asal Swedia, Greta Thunberg.

Mobil 'hijau' Tesla Model 3 itu diberikan Schwarzenegger untuk membantu Thunberg dalam melakukan aksi protes di wilayah Amerika pada akhir September lalu.

Melansir Car and Driver, jubir Schwarzenegger mengatakan aktor tersebut sebelumnya meminta Thunberg untuk menghubungi jika membutuhkan sesuatu. Remaja itu akhirnya meminta bantuan transportasi.



Schwarzenegger kemudian secara sukarela memberikan mobil listrik ramah lingkungan untuk mobilitas Thunberg.

"Jika menggunakan mobil Hummer milik Schwarzenegger untuk pergi ke seluruh wilayah AS akan menjadi tantangan sendiri. Karena itu bukan mobil pribadi miliknya yang diberikan, melainkan mobil Tesla Model 3," katanya.

Hummer milik aktor "Terminator" itu telah dimodifikasi menjadi mobil listrik menggunakan mesin dari perusahaan Austria, Kreisel.

[Gambas:Video CNN]

Dikutip Teslarati, interaksi antara Schwarzenegger dan Thunberg ini bukanlah yang pertama karena sebelumnya mereka pernah bertemu di Vienna.

Dalam pertemuan itu, Schwarzenegger mengaku takjub dengan keberanian dan ketegasan Thunberg dalam menentang perubahan iklim.

Nama Greta Thunberg menjadi perbincangan global di media sosial setelah dia berbicara di Pertemuan Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang Perubahan Iklim di New York pada akhir September lalu.


Dia memarahi para pemimpin negara anggota PBB yang hadir di pertemuan itu dalam pidatonya selama empat setengah menit.

Greta awalnya menyatakan bahwa seharusnya ia berada di sekolah, bukan berbicara di pertemuan tersebut. Kemudian ia melanjutkan bahwa para pemimpin mendatangi orang-orang muda hanya untuk memberikan harapan.


Thunberg dan 15 orang aktivis muda lain mengajukan tuntutan resmi terkait lemahnya tindakan pemerintah di seluruh dunia dalam menyikapi pemanasan global yang melanggar hak dasar mereka. (fls/dea)