Kabut Asap Tebal Selimuti Sydney, Perjalanan Feri Dibatalkan

CNN Indonesia | Selasa, 10/12/2019 13:27 WIB
Kabut Asap Tebal Selimuti Sydney, Perjalanan Feri Dibatalkan Ilustrasi karhutla Australia. (Foto: PETER PARKS / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan menyelimuti SydneyAustralia hingga mengganggu aktivitas warga. Sejumlah jadwal perjalanan kapal pesiar dan feri pun dibatalkan.

Juru bicara pelabuhan Di Pearson mengatakan asap tebal menghambat daya pandang di laut.

"Asap kebakaran hutan sangat parah dari pelabuhan sehingga berbahaya untuk daya pandang karena Anda tidak bisa melihat apa-apa, terlalu berbahaya [untuk menempuh perjalanan]," kata juru bicara pelabuhan seperti dilansir AFP.


Padahal pekan ini sejatinya akan dilangsungkan lomba balap kapal pesiar di Sydney-Hobart. Namun kabut asap tebal membuat agenda tersebut dibatalkan.

Kondisi cuaca yang kering disertai angin kencang memicu penyebaran asap hingga ke daerah pinggir kota dan hunian warga. Aktivitas belajar siswa di sekolah sementara dihentikan dan warga yang beraktivitas di luar ruangan diimbau mengenakan masker.

[Gambas:Video CNN]

Dinas Pemadam Kebakaran Pedesaan New South Wales mengatakan asap tebal yang menyelimuti kawasan timur semakin parah dalam beberapa hari terakhir. Diperkirakan pada Selasa (10/12) hembusan angin kencang dan suhu tinggi membuat kabut asap semakin tebal.

"Hembusan angin kemungkinan membuat kondisi kebakaran dan kabut asap kian parah sore [Selasa] ini," ujar pihak pemadam kebakaran.

Suhu di beberapa daerah di Australia dilaporkan mencapai 40 derajat Celcius.

Tercatat hampir 100 kebakaran hutan terjadi di negara bagian New South Wales dan puluhan lainnya di Queensland pada Selasa pagi. Sebagian besar area di sisi timur dan barat Australia mendapat larangan menyalakan api di ruangan terbuka.

Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi sejak November tercatat telah melahap 319 ribu hektar, sebagian besar diantaranya masuk dalam kawasan taman nasional. (AFP/evn)