Duta Besar RI untuk Myanmar, Iza Fadri, menuturkan pembangunan rumah sakit tersebut merupakan hasil kesepakatan antara Presiden Myanmar U Htin Kyaw dan Wakil Presiden Indonesia saat itu, Jusuf Kalla, di sela-sela KTT Asia-Europe Meeting (ASEM) di Mongolia pada pertengahan 2016 lalu.
Indonesia menuturkan pembangunan rumah sakit itu ditujukan untuk membantu komunitas di Rakhine.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Iza mengatakan RS ini juga merupakan simbol perdamaian dan persahabatan antara Indonesia-Myanmar terutama dalam menyambut 70 tahun hubungan bilateral.
[Gambas:Video CNN]
Rumah sakit itu terdiri dari bangunan utama seluas 2.214 meter persegi dengan luas tanah 4.644 meter persegi. Bangunan tersebut mencakup ruang-ruang utama di rumah sakit seperti ruang operasi, UGD, ruang pindai sinar X (X-Ray).
Kementerian Kesehatan Myanmar menjadi perwakilan untuk menerima rumah sakit tersebut. Myanmar menyatakan Rumah Sakit Bantuan Indonesia itu sebagai percontohan di Rakhine dari segi pelayanan medis dan manajemen.
Negara bagian Rakhine bergejolak akibat krisis kemanusiaan yang terjadi terhadap etnis minoritas Rohingya pada pertengahan 2017 lalu.
Kekerasan dan persekusi yang diduga dilakukan militer Myanmar terhadap etnis minoritas Rohingya itu memicu gelombang pengungsi ke Bangladesh.
Proses serah terima Rumah Sakit (RS) Bantuan Indonesia di distrik Myaung Bwe, Negara Bagian Rakhine, Myanmar. (dok. KBRI Yangon) |
Proses serah terima Rumah Sakit (RS) Bantuan Indonesia di distrik Myaung Bwe, Negara Bagian Rakhine, Myanmar. (dok. KBRI Yangon)