Kilas Internasional

China Kebakaran Jenggot soal Uighur hingga Erdogan Ancam AS

CNN Indonesia | Selasa, 17/12/2019 06:26 WIB
China Kebakaran Jenggot soal Uighur hingga Erdogan Ancam AS Ilustrasi keseharian Muslim Uighur di Xinjiang. (Greg Baker / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- China kebakaran jenggot usai dokumen soal Uighur bocor hingga Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengancam menutup dua pangkalan militer Amerika Serikat di Ankara meramaikan berita internasional, Senin (16/12).

1. China Kebakaran Jenggot Usai Dokumen Soal Uighur Bocor

Pemerintah Provinsi Otonomi Xinjiang, China dilaporkan mulai menghancurkan sejumlah dokumen dan mengendalikan arus informasi di wilayah itu, utamanya terkait sikap terhadap etnis Uighur.

Para pejabat Partai Komunis China di Ibu Kota Urumqi setempat juga mulai menggelar rapat tingkat tinggi yang khusus membahas kebocoran dokumen terkait dengan kebijakan terhadap etnis minoritas tersebut.


Seperti dilansir Associated Press, Senin (16/12), para pejabat China di Xinjiang mulai melakukan konsolidasi beberapa hari selepas surat kabar The New York Times menurunkan laporan soal korespondensi internal para pejabat setempat sampai Presiden China, Xi Jinping.

2. China Ingatkan Arsenal Dampak Serius Ocehan Ozil soal Uighur

China memperingatkan tim sepak bola Arsenal bahwa kritik pemainnya, Mesut Ozil, terhadap kebijakan Beijing soal etnis Uighur dapat memiliki dampak serius.

Melalui media pemerintah Global Times, Beijing menganggap Ozil telah menyalahgunakan posisinya sebagai publik figur untuk mencampuri urusan domestik China.

"Ozil adalah orang yang bingung, dan ceroboh dengan menyalahgunakan pengaruhnya untuk menghasut orang lain. Warga China harus jelas melihat apa yang Ozil lakukan kali ini sebagai penampilan leluconnya," bunyi editorial koran tersebut pada Senin (16/12).

3. Erdogan Ancam Tutup Dua Pangkalan Militer AS di Turki

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengancam akan menutup dua pangkalan militer strategis yang digunakan oleh Amerika Serikat di Ankara.

Hal itu diungkapkan Erdogan setelah Washington memperingatkan sanksi atas Ankara atas pembelian senjata Rusia.

"Jika perlu, kita bisa menutup Incirlik dan Kurecik," kata Erdogan pada saluran televisi pro-pemerintah A Haber seperti dikutip dari AFP Minggu (15/12). (dea)