Maskapai penerbangan tersebut terkena imbas penurunan wisatawan akibat demonstrasi berkepanjangan.
"Otoritas Bandara memahami jika pesawat yang disita belum dioperasikan untuk melayani penumpang dalam beberapa bulan terakhir," ujar seorang juru bicara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Operasional kami tetap normal," kata pihak maskapai dalam pernyataan dikutip dari AFP.
Penyitaan aset oleh otoritas bandara memicu kekhawatiran terhadap kondisi keuangan perusahaan. Grup konglomerat China, HNA Group merupakan pemilik maskapai Hong Kong Airlines yang tengah berupaya menurunkan beban utang perusahaan.
[Gambas:Video CNN]
Sejumlah maskapai penerbangan berjuang keras menghadapi penurunan tajam kunjungan wisatawan dataran China ke Hong Kong akibat protes selama enam bulan terakhir.
Di awal tahun ini, perusahaan menurunkan biaya operasional maskapai lain di bawah naungannya yakni HK Express dan beberapa usaha lain.
Demonstrasi yang berawal dipicu oleh penolakan Rancangan Undang-Undang Ekstradisi itu bahkan sempat melumpuhkan Bandara Internasional Hong Kong, bandara tersibuk kedelapan di dunia, selama beberapa kali.
Akibat ketidakpastian situasi, sejumlah maskapai luar negeri seperti Singapura Airlines, China Eastern, dan Virgin Australia sempat menangguhkan penerbangan ke Hong Kong sementara waktu. (evn)