Putin Anggap Pemakzulan Trump Didasarkan Alasan Dibuat-buat

CNN Indonesia | Jumat, 20/12/2019 07:37 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin mengomentari pemakzulan yang dihadapi oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Presiden Rusia Vladimir Putin saat bertemu Presiden AS Donald Trump. (AFP PHOTO / SPUTNIK / Mikhail KLIMENTYEV)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Rusia Vladimir Putin mengomentari pemakzulan yang dihadapi oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Dia menilai pemakzulan Trump didasarkan pada alasan dibuat-buat. Putin juga meyakini proses pemakzulan itu tidak akan berhasil melengserkan Trump.

"Masih harus melalui Senat, di mana Partai Republik memiliki mayoritas," kata Putin usai Dewan Perwakilan AS menyetujui untuk memproses pemakzulan Trump atas penyalahgunaan kekuasaan, Kamis (19/12) dikutip dari AFP.

Setelah proses di Dewan Perwakilan, Trump selanjutnya akan disidang Senat. Senat, yang didominasi Partai Republik, membutuhkan suara minimal dua pertiga untuk benar-benar memakzulkan dan mendepak Trump dari Gedung Putih.


Jika prosedur sudah disepakati, persidangan dijalankan oleh 100 orang anggota Senat AS. Rinciannya, 53 Senator dari Partai Republik, partai asal Trump, 45 Senator Partai Demokrat, dan dua Senator independen.
[Gambas:Video CNN]
"Dan hampir tidak mungkin mereka bisa mendorong keluar di saat Senat didominasi partai mereka sendiri, dengan alasan yang benar-benar dibuat-buat," ujar Putin.

Dalam konferensi pers akhir tahun itu, Putin menggambarkan proses di legislatif AS hanya sebagai kelanjutan dari pertarungan politik antara Demokrat dan Republik.

Trump dimakzulkan pada Rabu waktu setempat karena dilaporkan berupaya menjegal langkah bakal calon presiden dari Partai Demokrat, Joe Biden, dengan meminta Ukraina menyelidiki dugaan korupsi sang anak, Hunter Biden, yang diduga dibuat-buat.

Putin menduga bahwa alasan itu hanya dalih yang digunakan oleh Demokrat untuk memakzulkan Trump setelah gagal menyudutkannya atas klaim bahwa Moskow ikut campur dalam pemilihan presiden lalu

"Demokrat menuduh Trump berkomplot dengan Rusia, dan hal itu tidak dapat dibuktikan. Itu tidak bisa menjadi dasar dari pemakzulan," kata Putin. (dea)