Demonstran dan Polisi Hong Kong Bentrok di Malam Natal

CNN Indonesia | Rabu, 25/12/2019 09:37 WIB
Misa Malam Natal di Hong Kong pada Selasa (24/12) diwarnai dengan bentrokan antara demonstran dan polisi. Ilustrasi bentrokan demonstran dan polisi di Hong Kong. (Nicolas ASFOURI / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Misa Malam Natal di Hong Kong pada Selasa (24/12) diwarnai dengan bentrokan antara demonstran dan polisi. Bahkan baku hantam itu berlangsung hingga ke dalam pusat perbelanjaan.

Seperti dilansir Associated Press, Rabu (25/12), demonstran garis keras yang mengenakan kaus hitam mendadak turun ke jalan dan menghancurkan sejumlah toko. Polisi lantas menanggapinya dengan mengirimkan anggota unit antihuru-hara.
Polisi lantas menembakkan gas air mata dan menangkap sejumlah pengunjuk rasa.

Unjuk rasa yang sudah berlangsung selama enam bulan di Hong Kong belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Meski Pemimpin Hong Kong, Carrie Lam, memutuskan mencabut Rancangan Undang-Undang Ekstradisi yang sebelumnya menjadi pemicu aksi, tetapi dia menolak mengabulkan sejumlah tuntutan lainnya yang diajukan para pengunjuk rasa.


[Gambas:Video CNN]

Para demonstran mendesak Lam mundur dan meminta jaminan kebebasan berekspresi dan politik, serta mendesak ribuan rekan mereka yang ditangkap dan mengusut kekerasan oleh polisi.

Demonstrasi itu berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Hong Kong. (ayp/ayp)