Seperti dilansir AFP, Rabu (25/12), topan itu bermula dari badai tropis. Namun, sampai saat ini dilaporkan belum ada korban akibat cuaca buruk tersebut.
"Sampai saat ini belum ada tanda-tanda kerusakan rumah penduduk," kata Gubernur Provinsi Samar Timur, Ben Evardone.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Namun aparat setempat akan memaksa mengevakuasi para penduduk jika tidak mengindahkan peringatan kami," kata Kepala Badan Pertahanan Sipil Reyden Cabrigas.
[Gambas:Video CNN]
Topan Phanfone diperkirakan akan melintasi kawasan tengah Filipina dan mengarah ke Laut China Selatan. Badan Pengatur Transportasi Kelautan Filipina memerintahkan seluruh perjalanan kapal laut ditunda.
Selain itu, sejumlah penerbangan juga ditunda akibat topan tersebut. Hal itu membuat banyak calon penumpang gagal berangkat menuju kampung halaman mereka untuk merayakan Natal.
Tercatat ada 23 ribu penumpang kapal laut yang tidak bisa berangkat. Topan itu kemungkinan akan menyebabkan angin kencang di Ibu Kota Manila.
Menurut statistik, Filipina dihantam sekitar 20 badai dan topan dalam setahun. Gejala alam itu bisa memicu banjir sampai tanah longsor.