Asap Karhutla Australia Buat Salju Selandia Baru Berubah

CNN Indonesia | Sabtu, 04/01/2020 05:50 WIB
Asap Karhutla Australia Buat Salju Selandia Baru Berubah Ilustrasi asap kebakaran hutan Australia. (Saeed KHAN / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Asap akibat kebakaran hutan di Australia dilaporkan sudah mencapai Selandia Baru. Bahkan, lapisan es di dataran tinggi setempat berubah menjadi kecoklatan diduga akibat terpapar asap karhutla tersebut.

Menurut Badan Prakiraan Cuaca Selandia Baru, MetService, asap akibat kebakaran hutan di Australia sudah terlihat di beberapa daerah. Cahaya matahari di sejumlah kawasan terlihat menguning atau agak kemerahan tergantung tingkat kepekatan asap.


"Kabut asap yang sudah melintas sejauh 2,000 kilometer melalui Laut Tasman terlihat. Jarak pandang di beberapa daerah hanya bisa mencapai 10 kilometer," demikian cuitan MetService melalui akun Twitter mereka, seperti dilansir AFP, Jumat (3/1).


Seorang warganet Selandia Baru, Rachel, mengunggah foto yang memperlihatkan lapisan es di Gletser Franz Josef yang biasanya putih cerah kini berwarna kecoklatan.



"Dekat Gletser Franz Josef. Salju itu terlihat seperti karamel akibat debu dari kebakaran hutan yang terbawa angin," cuit Rachel.

Sedangkan pelawak Selandia Baru, Jemaine Clement, mengunggah foto yang memperlihatkan matahari kekuningan akibat terhalang kabut asap.





Karhutla Australia terjadi sejak September 2019 sampai saat ini tercatat sudah menewaskan 18 orang, dan menghanguskan lebih dari 1,000 bangunan. Selain itu, diperkirakan sebesar 5,5 juta hektare lahan seluas Belanda atau Denmark ludes dilahap si jago merah.

Kebakaran hutan memang lazim terjadi di Australia ketika memasuki musim panas. Namun, dampak yang terjadi pada tahun ini dianggap sangat luas dan semakin membahayakan kehidupan manusia dan satwa khas seperti koala dan kanguru.

[Gambas:Video CNN]

Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, menjadi sorotan karena pemerintahannya dianggap tidak sanggup mencegah kebakaran hutan yang dianggap dampak perubahan iklim. Kebijakannya mempertahankan industri tambang batu bara yang dianggap tidak ramah lingkungan juga dikecam kelompok oposisi dan pemerhati lingkungan. (ayp/ayp)