Kementerian Luar Negeri RI tak menampik bahwa mengevakuasi ratusan WNI dari Irak dan Iran menjadi salah satu rencana yang dipertimbangkan pemerintah jika eskalasi antara Iran dan AS di kawasan tersebut tak kunjung mereda.
"Saat ini pemerintah telah dan terus mempersiapkan kontijensi plan, berbagai skenario untuk mengantisipasi situasi terburuk yang mungkin terjadi. Tidak ada opsi yang dibuang, seluruh opsi terbuka," kata Direktur Timur Tengah Kemlu RI, Achmad Rizal Purnama, melalui pesan singkat pada Senin (6/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain Indonesia, negara-negara Asia seperti Filipina dan Korea Selatan memutuskan untuk menyusun rencana evakuasi terhadap seluruh warganya dari kedua negara Timur Tengah tersebut.
[Gambas:Video CNN]
Rizal menuturkan perwakilan RI di Iran dan Irak telah melakukan persiapan teknis berbagai skenario tersebut.
Sejauh ini, berdasarkan data Kemlu RI, ada sekitar 850 WNI yang tinggal di Irak. Sementara itu, sebanyak 474 WNI termasuk 20 di antaranya diaspora RI tinggal di Iran.
Jakarta meminta seluruh pihak untuk menahan diri dari tindakan yang dapat memperburuk situasi. Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi juga berencana memanggil duta besar Iran dan Amerika Serikat di Jakarta untuk meminta penjelasan terkait eskalasi yang memanas di Timur Tengah. (rds/evn)