35 Orang Meninggal Terinjak dalam Pemakaman Jenderal Iran

CNN Indonesia | Selasa, 07/01/2020 18:01 WIB
35 Orang Meninggal Terinjak dalam Pemakaman Jenderal Iran Proses pemakaman perwira tinggi Angkatan Bersenjata Iran, Jenderal Qassem Soleimani, yang tewas dalam serangan udara oleh Amerika Serikat. (Alireza Mohammadi/ISNA via AP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebanyak 35 orang meninggal akibat terinjak-injak saat mengikuti proses pemakaman perwira tinggi Angkatan Bersenjata Iran, Jenderal Qassem Soleimani, pada hari ini, Selasa (7/1), di Kota Kerman. Dalam insiden itu juga menyebabkan 48 orang luka-luka.

Menurut laporan stasiun televisi Iran yang dikutip Associated Press, memperlihatkan sejumlah orang terbaring di jalanan usai terinjak-injak. Beberapa dilaporkan meninggal di tempat.


Proses pemakaman itu memang dipadati banyak pelayat sehingga mereka berdesakan di jalanan. Mereka datang dari wilayah di sekitar Kota Kerman.


Sejumlah orang terlihat berusaha membantu para korban. Menurut Kepala Badan Gawat Darurat Medis Iran, Pirhossein Koulivand, membenarkan ada korban meninggal dalam proses pemakaman Soleimani.

"Sangat disayangkan sejumlah penduduk meninggal dan terluka akibat terinjak-injak dalam proses pemakaman," kata Koulivand.

Upacara menyambut kedatangan jenazah Soleimani di Ibu Kota Teheran pada Senin kemarin dihadiri sekitar satu juta orang.

[Gambas:Video CNN]

Soleimani dan sejawatnya, Brigjen. Hossein Purjafari, meninggal dalam serangan udara yang dilakukan Amerika Serikat di Bandara Internasional Baghdad, Irak, pada 3 Januari lalu. AS mengerahkan pesawat nirawak (drone) untuk menyerang Soleimani yang saat itu tengah turun dari pesawat.

Hal ini memicu kecamandan amarah Iran. Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei, menyatakan berjanji akan membalas perbuatan AS.


Waspada serangan

Pemerintah AS menerbitkan peringatan untuk seluruh kapal niaga yang melintasi perairan di Timur Tengah untuk waspada karena ada kemungkinan Iran akan menyerang kapal-kapal yang membawa muatan untuk AS.

Badan Maritim AS menyatakan menduga kemungkinan besar Iran akan menyerang kapal-kapal tanker. Namun, hal ini baru berupa perkiraan.



Tahun lalu beberapa kapal tanker yang melintas di Selat Hormuz rusak karena terkena ranjau laut. AS menuduh Iran sebagai dalang kejadian tersebut, tetapi dibantah.

Selat Hormuz dan Teluk Persia adalah salah satu jalur utama kapal tanker. Sekitar 20 persen pasokan minyak bumi di dunia dibawa melalui kawasan tersebut. (ayp/ayp)