"Menurut laporan akurat dari sumber kami di sekitar Al-Asad, setidaknya 80 tentara Amerika tewas dan sekitar 200 lainnya luka-luka, yang akan segera dipindahkan keluar dari pangkalan udara menggunakan helikopter," ungkap seorang sumber seperti dilansir Mehrnews.
Jumlah korban tewas ini berbanding terbalik dengan pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Ia menyatakan serdadu AS di Irak dalam kondisi aman usai serangan rudal Iran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu petinggi pejabat AS mengatakan pangkalan tersebut memiliki sistem peringatan serangan rudal yang aktif ketika terjadi insiden. Menurut dia, hal itu membuat seluruh prajurit bisa tepat waktu berlindung di ruang bawah tanah.
[Gambas:Twitter]
"Terlepas dari kenyataan bahwa Amerika telah siaga, namun pertahanan udara mereka tidak mampu merespon serangan udara," kata dia.
[Gambas:Video CNN]
Sumber yang sama juga menyebutkan sekitar 104 titik penting di basis militer AS telah berhasil diidentifikasi.
"Sebanyak 104 titik penting di pangkalan udara AS di kawasan berhasil diidentifikasi, yang bisa saja hancur akibat sikap AS," ujarnya.
Basis militer Al Asad merupakan pangkalan terbesar kedua milik Amerika Serikat untuk Angkatan Darat, Laut, dan Udara. Sejak 2014, operasional pangkalan Al Asad telah diambil alih AS yang juga menjadi basis untuk tentara Denmark dan Australia.
Setidaknya sembilan roket yang menghantam dua basis militer pasukan Amerika Serikat di pangkalan udara Irak. Sumber keamanan mengatakan serangan tersebut terjadi setelah faksi pro-Teheran berkomitmen untuk bergabung bersama melakukan serangan balasan terhadap Amerika Serikat. (evn)