Iran Klaim 80 Tentara AS Tewas dalam Serangan Balasan di Irak

CNN, CNN Indonesia | Rabu, 08/01/2020 15:46 WIB
Iran Klaim 80 Tentara AS Tewas dalam Serangan Balasan di Irak Ilustrasi serangan rudal. (Foto: ANTARA FOTO/KUWADI DAN BUDI CANDRA)
Jakarta, CNN Indonesia -- Iran mengklaim sekitar 80 tentara Amerika Serikat tewas dalam serangan rudal Iran pada Rabu (8/1) dini hari. Salah satu sumber Korps Pengawal Revolusi Iran (IRGC) mengklaim serangan tersebut menewaskan 80 tentara AS dan 200 lainnya terluka.

"Menurut laporan akurat dari sumber kami di sekitar Al-Asad, setidaknya 80 tentara Amerika tewas dan sekitar 200 lainnya luka-luka, yang akan segera dipindahkan keluar dari pangkalan udara menggunakan helikopter," ungkap seorang sumber seperti dilansir Mehrnews.

Jumlah korban tewas ini berbanding terbalik dengan pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Ia menyatakan serdadu AS di Irak dalam kondisi aman usai serangan rudal Iran.


"Semua baik-baik saja. Kami sekarang sedang menghitung kerusakan dan korban. Sejauh ini semua baik. Kami memiliki tentara terkuat dan terlengkap di dunia sejauh ini. Saya akan memberikan pernyataan pada esok pagi," cuit Trump melalui akun Twitter, seperti dikutip CNN.

Salah satu petinggi pejabat AS mengatakan pangkalan tersebut memiliki sistem peringatan serangan rudal yang aktif ketika terjadi insiden. Menurut dia, hal itu membuat seluruh prajurit bisa tepat waktu berlindung di ruang bawah tanah.



Sekitar 20 titik di pangkalam militer Al Asad dilaporkan terkena serangan 15 rudal Iran. Sementara sejumlah pesawat nirawak dan helikopter dilaporkan hancur.

"Terlepas dari kenyataan bahwa Amerika telah siaga, namun pertahanan udara mereka tidak mampu merespon serangan udara," kata dia.

[Gambas:Video CNN]

Sumber yang sama juga menyebutkan sekitar 104 titik penting di basis militer AS telah berhasil diidentifikasi.

"Sebanyak 104 titik penting di pangkalan udara AS di kawasan berhasil diidentifikasi, yang bisa saja hancur akibat sikap AS," ujarnya.


Basis militer Al Asad merupakan pangkalan terbesar kedua milik Amerika Serikat untuk Angkatan Darat, Laut, dan Udara. Sejak 2014, operasional pangkalan Al Asad telah diambil alih AS yang juga menjadi basis untuk tentara Denmark dan Australia.

IRGC menyasar dua pangkalan udara milik AS yakni Al Asad dan Erbil di Irak untuk membalas serangan yang diperintahkan Trump hingga menewaskan Mayjen Qasem Soleimani.

Setidaknya sembilan roket yang menghantam dua basis militer pasukan Amerika Serikat di pangkalan udara Irak. Sumber keamanan mengatakan serangan tersebut terjadi setelah faksi pro-Teheran berkomitmen untuk bergabung bersama melakukan serangan balasan terhadap Amerika Serikat. (evn)