Mengutip Associated Press, kendati demikian kru tidak melakukan kontak radio untuk meminta bantuan atas kendala yang dihadapi. Pesawat milik maskapai Ukrainian International Airlines itu jatuh tak lama setelah lepas landas dari Bandara Internasional Imam Khomeini di Teheran, Iran.
Investigasi yang dilakukan oleh Organisasi Penerbangan Sipil Iran tidak mengungkapkan lebih lanjut kecelakaan mendadak kecelakaan yang menimpa pesawat nahas tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejauh ini belum ada indikasi yang menyebabkan pesawat berpenumpang 167 orang itu tidak terbang kembali ke arah bandara, tapi justru ke arah area kosong. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky mengingatkan semua pihak untuk tidak berspekulasi terkait penyebab kecelakaan.
"Pesawat itu pada awalnya terbang ke arah barat setelah lepas landas dari bandara, berbelok ke kanan karena mendeteksi ada masalah untuk kembali ke bandara sebelum terjadi kecelakaan," ungkap Organisasi Penerbangan Sipil Iran dalam situsnya seperti dilansir AFP.
[Gambas:Video CNN]
Pesawat dinyatakan hilang dari radar ketika mencapai ketinggian 8.000 kaki sebelum akhirnya jatuh di sebuah lapangan.
Pesawat yang membawa 167 penumpang dan sembilan kru terdiri dari sejumlah kewarganegaan. Pihak berwenang merinci penumpang terdiri dari 82 warga Iran, 63 warga Kanada, 11 warga Ukraina, 10 warga Swedia, empat warga Afghanistan, tiga warga Jerman, dan tiga warga Inggris.
Pihak maskapai mengatakan mayoritas penumpang menuju ibu kota Ukraina, Kyiv untuk transit dan melanjutkan penerbangan ke negara tujuan, salah satunya Kanada.
Sebelum terbang meninggalkan bandara internasional Imam Khomeini di Teheran, Iran, pesawat Boeing 737 ini sempat tertunda selama hampir satu jam. Data yang dirilis FlightRadar24 mencatat pesawat yang mengangkut 176 orang itu sempat lepas landas ke arah barat kota Teheran, namun tak sempat menyentuh ketinggian 8.000 kaki. (afp/evn)