"Polisi mengonfirmasi seorang warga Australia meninggal di rumah sakit akibat luka-luka yang dialami ketika erupsi Pulau Putih," kata Deputi Komisioner Kepolisian Australia, John Tims, seperti dilansir AFP, Senin (13/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan istri mendiang, Maria, memilih tetap tinggal di kapal pesiar. Stephanie sampai saat ini masih dirawat di ruang khusus luka bakar.
Sebanyak 47 orang warga Australia berada di Pulau Putih ketika terjadi letusan pada 9 Desember 2019. Mereka adalah penumpang kapal pesiar yang sedang singgah untuk menjelajahi pulau tersebut.
[Gambas:Video CNN]
Mereka rata-rata mengalami luka-luka akibat terkena abu vulkanik dan semburan uap panas.
Dokter bedah menyatakan sampai saat ini mereka sudah menggunakan sekitar seperempat juta sentimeter persegi kulit untuk menyelamatkan nyawa korban.
Sampai saat ini masih ada 23 korban yang dirawat di Australia dan Selandia Baru akibat terkena abu vulkanik. Lima di antaranya dilaporkan kritis.
Seorang warga Australia asal Adelaide, Lisa Dallow (48), juga dirawat di unit luka bakar. Sang suami, Gavin Dallow (53), dan anak perempuannya, Zoe Hosking (25), meninggal di tempat.
Aparat menyatakan sampai saat ini ada dua korban yang jasadnya belum ditemukan dari lokasi kejadian. Kedua korban hilang yakni turis Australia, Winona Langford (17) dan Marshall Inman (40), pemandu wisata asal Selandia Baru.
Pihak kepolisian memastikan akan melakukan penyelidikan atas kematian para wisatawan. Penyelidikan dilakukan terkait potensi kelalaian atau pelanggaran prosedur hingga menyebabkan pengunjung tewas saat mengunjungi pulau yang tercatat tidak aktif sejak 2016. (ayp)