Ulama Syiah Imbau Warga Irak Demo Desak AS Tarik Pasukan

CNN Indonesia | Kamis, 16/01/2020 14:02 WIB
Ulama Syiah Irak, Muqtada Al-Sadr, mengimbau penduduk demo mendesak AS menarik seluruh pasukan. Ulama Syiah Irak, Muqtada Al-Sadr, mengimbau penduduk demo mendesak AS menarik seluruh pasukan. (Haidar HAMDANI / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ulama karismatik Syiah di Irak, Muqtada Al-Sadr, mengimbau jutaan penduduk setempat berunjuk rasa mendesak Amerika Serikat menarik seluruh pasukan mereka dari negara itu. Anjuran itu senada dengan permintaan parlemen Irak supaya AS segera angkat kaki usai serangan udara yang menewaskan seorang jenderal Iran, Qasem Soleimani, pada 3 Januari lalu.

"Kedaulatan langit dan tanah Irak dilanggar setiap hari oleh pasukan pendudukan. Jutaan warga harus bersatu untuk mengecam keberadaan dan pelanggaran AS melalui demonstrasi damai," cuit Al-Sadr melalui akun Twitter, seperti dilansir AFP, Rabu (15/1).


Parlemen Irak melalui pemungutan suara pada 5 Januari lalu sepakat untuk mengusir 5,200 pasukan AS yang ditempatkan di sana. Pasukan itu dikirim sejak 2014 untuk membantu memerangi kelompok Negara Islam (ISIS).


Pangkalan AS di Irak menjadi target serangan roket selama beberapa bulan belakangan. Hal itu terjadi beriringan dengan unjuk rasa besar-besaran menentang korupsi yang terjadi di Negeri 1001 Malam.

Aparat Irak menanggapi aksi itu dengan menerjunkan pasukan dan paramiliter yang menggunakan peluru tajam, yang sampai saat ini sudah menewaskan 460 orang. Para aktivis di seluruh Irak diintimidasi, diculik, bahkan dibunuh.

[Gambas:Video CNN]

Perdana Menteri Adel Abdel Mahdi sudah menyatakan mengundurkan diri akibat unjuk rasa tersebut.

Akan tetapi, faksi-faksi politik yang pro dan menentang pengaruh Iran sampai saat ini belum memutuskan siapa yang akan menjadi pengganti. Sedangkan para pengunjuk rasa menolak usulan untuk kembali melantik Mahdi sebagai perdana menteri. (ayp/ayp)