Wisatawan Buang Air di Machu Picchu Diusir ke Bolivia

CNN Indonesia | Jumat, 17/01/2020 01:34 WIB
Wisatawan Buang Air di Machu Picchu Diusir ke Bolivia Peru mengusir lima turis asing yang merusak dan buang air di Machu Picchu ke Bolivia. (Pablo PORCIUNCULA BRUNE / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Peru bakal mengusir lima wisatawan asing yang diduga merusak dan buang air besar sembarangan di situs arkeologi Machu Picchu. Mereka dilaporkan akan dideportasi ke Bolivia.

Seperti dilansir AFP, Kamis (16/1), seorang turis asing lainnya, Nahuel Gomez (28), dibebaskan dengan jaminan sebesar US$910, tetapi diperintahkan tetap berada di negara itu sambil menunggu proses hukum selanjutnya. Dia diharuskan lapor diri setiap sepuluh hari sekali.


Enam pelancong asing yang terdiri dari empat lelaki dan dua pria ditangkap karena berada di dalam Kuil Matahari, yang tertutup untuk umum.


Gomez mengakui dia sengaja melepas sebuah batu dari tembok kuil, dan kemudian jatuh ke lantai hingga retak. Dia terancam empat tahun penjara jika terbukti bersalah.

"Kami sudah mendapatkan perintah. Hari ini kelima turis itu akan dideportasi. Kami akan membawa mereka ke Kota Desaguadero, dekat perbatasan Bolivia," kata perwakilan Kepolisian Cusco, Edward Delgado.

Untuk mencapai Kota Desaguadero butuh waktu sembilan jam perjalanan darat. Kota itu adalah lokasi terdekat dari Cusco.

[Gambas:Video CNN]

Keenam turis itu ditangkap pada Minggu (12/1) pekan lalu. Polisi dan penjaga situs menemukan mereka sedang berada di dalam Kuil Matahari di dalam kompleks peninggalan suku Inca.

Sejumlah bagian di Machu Picchu tertutup bagi pelancong dengan alasan untuk menjaga keaslian dan pelestarian. Sejumlah orang masih kerap berdoa di Kuil Matahari.

Situs itu adalah peninggalan kebudayaan bangsa Inca di kawasan Andes. Mereka menguasai lembah dan bagian barat Amerika Selatan selama sekitar seratus tahun, sebelum ditaklukkan oleh Spanyol pada abad ke-16.

Machu Picchu dibangun di atas pegunungan saat masa kepemimpinan Kaisar Pachacuti (1438-1471). Letaknya berada sekitar 100 kilometer dari kota Cusco.

Mereka terdiri dari seorang perempuan Prancis, dua warga Brasil, dua warga Argentina, dan satu warga Chile.


Situs itu ditemukan oleh penjelajah asal Amerika Serikat, Hiram Bingham, pada 1911. Kawasan itu ditetapkan sebagai situs warisan dunia oleh Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Budaya Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) pada 1983. (ayp/ayp)