Virus Corona, Tianjin dan Shantou Tutup Akses Antar Provinsi

Christine Novita Nababan, CNN Indonesia | Minggu, 26/01/2020 12:33 WIB
Virus Corona, Tianjin dan Shantou Tutup Akses Antar Provinsi Kota Tianjin dan Shantou menutup akses keluar dan masuk antar provinsi di China demi menyetop penyebaran virus corona. (AFP/Hector Retamal).
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Kota Tianjin memutuskan menutup seluruh layanan bus antar provinsi di seluruh kota di bagian timur China itu. Penutupan terkait wabah virus corona dan diberlakukan mulai Senin, 27 Januari 2020.

Komisi Transportasi Kota Tianjin tidak menyebut lebih lanjut kapan layanan-layanan bus tersebut akan dioperasikan kembali.

Hal serupa juga diterapkan di Shantou. Mereka menutup secara parsial akses keluar dan masuk warganya. Sebagian besar selatan Shantou ditutup, akses masuk mobil dibatasi.

Bahkan, Shantou menangguhkan operasional transportasi umum sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona lebih lanjut.

"Orang-orang yang tiba di stasiun kereta juga akan diperiksa dan didesak untuk kembali ke tempat kedatangan mereka," ujar pihak berwenang di Shantou, dilansir AFP, Minggu (26/1).

Shantou, terletak di selatan China. Sebetulnya, jarak Shantou dengan pusat epidemi virus corona di Wuhan, Hubei, sejauh 1.100 kilometer. Namun, pemerintah kota berpenduduk 5,6 juta jiwa tersebut ingin mencegah penularan virus corona di Shantou.

Pemerintah China mengungkap korban meninggal dunia akibat wabah virus corona meningkat menjadi 56 pada Minggu (26/1). Sementara, jumlah kasus yang terinfeksi mendekati 2.000 orang.

Sebanyak 13 korban meninggal dunia di Hubei tercatat dalam kasus kematian terbaru, sementara satu korban meninggal dunia di Shanghai. Ini merupakan kasus kematian pertama di Shanghai akibat virus corona.

Secara total, 52 orang meninggal dunia di Hubei, dua korban meninggal dunia di Henan Tengah, satu di bagian timur laut Heilongjiang, dan satu di Hebei Utara.

Otoritas kesehatan setempat melaporkan 323 kasus baru terkonfirmasi virus corona, yang pertama kali muncul di Wuhan pada akhir Desember lalu.

Hingga kini, Pemerintah China melansir 1.975 kasus di seluruh daratan. Di China sendiri, wabah virus corona ditetapkan dengan status darurat. Pemerintah China juga menutup akses keluar dan masuk di lebih dari 12 kota, termasuk Wuhan di Hubei dan melakukan upaya karantina.

[Gambas:Video CNN]



(bir)