Kemlu Pantau Kondisi 78 WNI di Kapal Pesiar Via Grup WhatsApp

psp, CNN Indonesia | Senin, 10/02/2020 20:40 WIB
Kemlu Pantau Kondisi 78 WNI di Kapal Pesiar Via Grup WhatsApp Pelaksana Tugas Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah. (Foto: CNN Indonesia/Natalia Santi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pelaksana Tugas Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah memastikan 78 WNI yang bekerja sebagai Anak Buah Kapal (ABK) di dalam kapal pesiar Diamond Princess di perairan Yokohama, Jepang dalam kondisi sehat.

Faizasyah menyatakan pihak KBRI Tokyo terus berkomunikasi dengan kru kapal dan otoritas Jepang untuk memantau kondisi para ABK.

"Kami meyakini ke-78 WNI di kapal dalam kondisi sehat. Pendampingan dari KBRI juga terus dilakukan dengan komunikasi, dibuat semacam WA group sehingga kondisi mereka bisa terus kita pantau," ujar Faizasyah saat memberikan keterangan di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Senin (10/2).



Faizasyah mengatakan 78 WNI itu masih menjalani proses karantina selama 14 hari. Kondisi puluhan WNI itu akan terus dipantau usai proses karantina.

Selain kapal pesiar Jepang, Faizasyah juga memastikan 209 ABK berstatus WNI di kapal pesiar Dream World Hong Kong dalam kondisi baik dan sehat. Komunikasi juga diklaim terus dijalin secara intensif dengan otoritas Hong Kong.

"Sama halnya ada kapal pesiar yang disebut Dream World di Hong Kong sudah ada kemajuan. Status kapal ada 209 WNI yang bertugas di kru kapal dari berbagai pangkat disebut baik dan sehat," katanya.

[Gambas:Video CNN]

Total lebih dari 3.700 orang dengan 2.666 penumpang dan 1.045 awak kapal disebut masih berada di lepas pantai Jepang sejak Senin (3/2) lalu. Sekitar 428 diantaranya merupakan warga negara Amerika Serikat.

Penumpang pertama yang terinfeksi adalah seorang laki-laki berusia 80 tahun asal Hong Kong. Dia bersama dua anak perempuannya terbang ke Tokyo, Jepang pada 17 Januari. Dia naik kapal pesiar pada 20 Januari dari Yokohama. Pada 25 Januari dia turun di Hong Kong dan tidak naik kapal pesiar tersebut.

Namun, pada 30 Januari, tim medis menemukan orang tersebut Virus Corona. Karantina tersebut diperkirakan akan berakhir 19 Februari. (asa/asa)