Seperti dilansir Associated Press, Selasa (11/2), Pentagon menyatakan 76 serdadu yang sempat mengalami gegar otak sudah kembali bertugas. Sedangkan 26 orang sedang berada di Jerman dan AS untuk menjalani pemulihan.
Tujuh serdadu lainnya dalam perjalanan menuju Jerman untuk pengobatan dan pemeriksaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata AS, Jenderal Mark Milley, dalam beberapa kasus gejala gegar otak akibat terkadang belum bisa terdeteksi dalam jangka satu atau dua tahun. Dia menyatakan Angkatan Darat saat ini tengah mempersiapkan langkah-langkah untuk diagnosa dan menyiapkan terapi bagi para prajurit.
[Gambas:Video CNN]
Menurut Menteri Pertahanan AS, Mark Esper, mereka saat ini tengah mempelajari cara untuk mencegah gegar otak yang dialami tentara saat bertempur.
Pada saat serangan rudal Iran pada 8 Januari lalu terdapat sebanyak 1.500 tentara di pangkalan militer Ain al-Asad. Iran menembaki pangkalan militer AS di Irak sebagai pembalasan karena serangan pesawat tanpa awak AS yang menewaskan perwira tinggi militer Iran, Jenderal Qasem Soleimani.
Saat ini ada 5.200 tentara AS yang bertugas di Irak. AS menjadi bagian dari koalisi internasional yang diminta Irak pada 2014 silam untuk melawan ISIS. Koalisi pimpinan AS itu beranggotakan 76 negara. (ayp/ayp)