Awak Kapal Pesiar Jepang Khawatir Terinfeksi Virus Corona

CNN Indonesia | Kamis, 13/02/2020 01:45 WIB
Awak Kapal Pesiar Jepang Khawatir Terinfeksi Virus Corona Awak kapal pesiar Jepang mengaku khawatir terinfeksi virus corona lantaran tetap berinteraksi dengan penumpang. (Foto: Kyodo News via AP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Awak kapal pesiar Diamond Princess mengaku khawatir terinfeksi virus corona lantaran mereka tidak turut dikarantina.

Alih-alih mendapat karantina, sekitar 1.000 awak ini justru tetap bekerja melayani para penumpang kapal pesiar yang tengah berada di Yokohama, Jepang. Padahal, hingga Rabu (12/2) dilaporkan 175 penumpang dinyatakan positif terinfeksi virus yang dikenal dengan nama Covid-19 tersebut.

Para awak mengaku sangat khawatir mereka berpotensi tinggi terinfeksi virus corona karena tetap harus berinteraksi dengan para penumpang, termasuk mereka yang dinyatakan positif mengidap phneumonia Wuhan.


Kendati tetap mengenakan seragam yang sama, para awak menggunakan masker dan sarung tangan saat berinteraksi dengan penumpang.

Sonali Thakkar (24), salah satu awak asal India mengatakan ia dan rekan satu kabin mengeluhkan sakit dengan gejala pusing, batuk, dan demam dalam dua hari terakhir. Atasannya sempat meminta ia istirahat dan tetap berada di kabin untuk proses isolasi.

"Saya tidak makan dengan baik dan sempat mengalami demam. Kami di sini [kapal pesiar] benar-benar takut dan was-was dengan kondisi ini," ujar Thakkar.

"Kami hanya ingin kesehatan semua awak dites dan dipisahkan dari orang-orang yang dinyatakan terinfeksi. Hal ini karena kami tidak tahu siapa saja yang sudah dinyatakan positif dan seberapa cepat virus itu bisa menyebar," ucapnya menambahkan.

[Gambas:Video CNN]

Menanggapi kegelisahan tersebut, Wakil Menteri Kesehatan Jepang, Gaku Hashimoto mengatakan pihaknya berusaha yang terbaik dengan memberi perlakukan yang sama untuk penumpang dan awak kapal pesiar.

"Kami berupaya memperlakukan mereka [awak] setara," ujar Hashimoto seperti dilansir CNN.

"Kami juga paham jika para awak tidak memiliki ruangan khusus seperti halnya para penumpang, dan mereka juga tetap bekerja memberi layanan selama pelayaran, kendati ini tidak bisa dikatakan sama. Bagaimana pun, kami membekali semua orang dalam kapal tersebut pedoman untuk pencegahan [corona]," tambahnya.

Dalam sebuah pernyataan resmi, pihak pengelola kapal pesiar mengatakan awak yang telah melalui proses pemeriksaan kesehatan oleh pemerintah tetap harus menjalani tanggung jawab mereka. Sementara proses pemeriksaan kesehatan untuk seluruh awak hingga saat ini dilaporkan terus berlangsung.


"Ketika sedang tidak bertugas, para awak diminta untuk tetap berada di kabin mereka," tulis pihak kapal pesiar Diamond Princess.

Kapal Diamond Princess menjadi tempat karantina virus corona setelah salah satu penumpang yang turun di Hong Kong dinyatakan positif virus tersebut pada Januari lalu.

Sesuai protokol, proses karantina dilakukan selama 14 hari terhitung sejak 5 hingga 19 Februari mendatang. Pihak kapal telah menyediakan kebutuhan logistik, layanan telepon dan internet gratis untuk memudahkan awak dan penumpang berkomunikasi dengan keluarga.

Sejauh ini pemerintah Jepang telah mengevakuasi belasan orang yang positif corona dari kapal tersebut secara bertahap untuk dipindahkan ke fasilitas medis terdekat. (CNN/evn)