Seperti dilansir Associated Press, Kamis (13/2), keputusan itu disampaikan Paus Fransiskus dalam dokumen Vatikan, menanggapi permintaan keuskupan Amazon beberapa waktu lalu. Dokumen yang berjudul 'Amazon Tercinta' berisi surat yang mengulas soal hutan tropis Amazon dan suku-suku di pedalaman.
Paus Fransiskus prihatin atas kekerasan dan eksploitasi hutan Amazon. Dia menyatakan kawasan tersebut penting bagi ekosistem dunia dan menyoroti ketidakadilan yang dialami pada suku asli setempat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Paus Fransiskus menyatakan mempunyai empat harapan untuk kawasan Amazon. Yakni menghormati hak-hak orang miskin, menghargai budaya mereka, melestarikan alam dan kehidupan, serta memperlihatkan kebaikan dari masyarakat Kristiani kepada suku terasing.
[Gambas:Video CNN]
Mayoritas uskup Katolik merestui pria menikah menjadi imam di gereja-gereja di sebagian kawasan Amazon. Restu itu tertuang dalam pemungutan suara yang dilakukan di Vatikan, pada 26 Oktober 2019 lalu.
Keputusan itu mendapat tanggapan berbeda. Uskup Austria, Erwin Krautler, yang sudah berada di Amazon selama 55 tahun mengatakan situasi di sana sudah sangat mendesak. Sebab, 70 persen dari masyarakat Nasrani di Amazon tidak pernah mengadakan Eukaristi setiap pekan, bahkan ada yang hanya melakukannya dua kali dalam setahun, karena kekurangan pastor.
"Masyarakat ini tidak lagi mendapat Eukaristi, yang merupakan inti keimanan," kata Krautler.
Hal senada juga diutarakan oleh Keuskupan Katolik Jerman.
"Kami sangat menyesal Paus Fransiskus tidak berani mengambil langkah maju," kata Kepala Komite Pusat Katolik Jerman, Thomas Sternberg.
Lihat juga:Jokowi Undang Paus Fransiskus ke Indonesia |
Akan tetapi, kalangan konservatif justru memuji langkah yang diambil Paus Fransiskus.
"Ini adalah kesukesan, kesuksesan besar untuk keimanan," kata aktivis konservatif Katolik dari Austria, Alexander Tschugguel. (ayp)