Kepanikan Virus Corona, Kelompok Bersenjata Curi Tisu Toilet

CNN Indonesia | Senin, 17/02/2020 13:39 WIB
Kepanikan Virus Corona, Kelompok Bersenjata Curi Tisu Toilet Hong Kong tutup perbatasan dengan China untuk menekan penyebaran virus corona. (Chinatopix via AP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pihak berwenang Hong Kong tengah memburu kelompok bersenjata yang mencuri ratusan tisu gulung toilet di tengah kelangkaan barang akibat kepanikan warga terhadap penyebaran virus corona.

Polisi mengatakan seorang sopir truk disekap oleh tiga pria bersenjata di luar supermarket yang terletak di distrik Mong Kok, sebuah kawasan menengah bawah yang menjadi basis sejumlah geng kejahatan terorganisir beroperasi.


"Seorang pengantar barang diancam oleh tiga pria yang memegang pisau dan mencuri tisu toilet senilai lebih dari Rp1,76 juta," ucap seorang juru bicara kepolisian Hong Kong kepada AFP pada Senin (17/2).


Cuplikan stasiun televisi Now TV menunjukkan beberapa petugas kepolisian berdiri di depan beberapa krat gulungan tisu toilet di luar supermarket. Salah satu peti hanya berisi setengah krat tisu gulung.

[Gambas:Video CNN]

Dilansir AFP, tisu toilet memang menjadi salah satu barang yang cukup langka di Hong Kong ketika banyak warga yang kerap memborong barang-barang pokok demi mengantisipasi keadaan yang tidak menentu terkait virus corona.

Sejauh ini, terdapat 57 orang yang terdeteksi positif virus corona di Hong Kong dengan satu orang yang terinfeksi dinyatakan meninggal.


Per hari ini, jumlah korban meninggal virus corona di seluruh dunia mencapai 1.770 orang. Korban terbanyak terdapat di Provinsi Hubei, China, tepatnya di Kota Wuhan yang menjadi sumber penyebaran epidemi itu pertama kali pada Desember 2019.

Sejak awal virus corona merebak di China, Hong Kong segera melakukan tindakan preventif dengan tak lama memutuskan menutup sebagian perbatasan dengan Negeri Tirai Bambu.

Kepanikan warga Hong Kong terkait virus corona didorong oleh sejarah tragis kota itu dalam menghadapi wabah penyakit mematikan. Pada 2003, 299 warga Hong Kong meninggal lantaran wabah virus SARS yang juga muncul dari China.


Pemerintah China sempat menutup-nutupi penyebaran virus SARS di awal kemunculannya. Wabah itu menewaskan 774 orang di beberapa negara. (rds/dea)