Protes Cara Presiden China Tangani Corona, Aktivis Ditangkap

CNN Indonesia | Rabu, 19/02/2020 05:30 WIB
Protes Cara Presiden China Tangani Corona, Aktivis Ditangkap Ilustrasi. Polisi menangkap seorang aktivis lantaran memprotes cara Presiden Xi Jinping menangani corona. (Foto: (Chinatopix via AP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang aktivis ditangkap oleh polisi China setelah mengkritik cara Presiden Xi Jinping menangani epidemi virus corona. Xu Zhiyong yang merupakan aktivis anti korupsi ditangkap pada Sabtu (15/2).

Amnesti Internasional mengatakan Xu ditangkap setelah sempat melarikan diri sejak Desember 2019 lalu.

Seorang sumber anonim kepada AFP mengatakan Xu ditangkap di kota Guangzhou selatan. Polisi menolak berkomentar atas penangkapan tersebut.


Xu dikabarkan bersembunyi setelah pihak berwenang membubarkan pertemuan para aktivis di Xiamen pada Desember lalu sebelum krisis akibat virus corona mencuat ke permukaan.

"Pemerintah China tengah berjuang melawan virus corona dan sama sekali tidak mengalihkan perhatian ke hal lain, termasuk suara-suara yang meragukan upaya penanganannya," kata peneliti China di Amnesty Internasional, Patrick Poon dalam sebuah pernyataan.

[Gambas:Video CNN]

Penangkapan Xu bukan yang pertama terjadi. Sebelumnya, pemerintah China juga mengawasi Li Wenling, dokter sekaligus whistleblower yang pertama merebaknya virus corona pada Desember 2019.

Li yang kemudian dikabarkan meninggal dunia akibat di Rumah Sakit Pusat Wuhan lantaran terinfeksi virus mematikan tersebut pada 7 Januari lalu. Li dikabarkan positif terinfeksi corona pada 1 Februari dan mendapat perawatan di rumah sakit sejak 12 Januari.


Kabar kematian Li memicu kemarahan publik terkait penanganan pemerintah dalam menghadapi darurat virus Covid-19.

Komisi inspeksi disiplin mengatakan tim investigasi akan melakukan penyelidikan ke Wuhan untuk menyelidiki kematian Li.

"Melakukan penyelidikan komprehensif terhadap masalah yang melibatkan Li Wenliang yang dilaporkan oleh massa," kata komisi itu seperti dikutip dari AFP, Jumat (7/2). (AFP/evn)