Kilas Internasional

Klaim China hingga Penumpang Kapal Meninggal akibat Corona

CNN Indonesia | Jumat, 21/02/2020 06:42 WIB
Klaim China hingga Penumpang Kapal Meninggal akibat Corona Virus corona di kapal pesiar Diamond Princess. (Kenzaburo Fukuhara/Kyodo News via AP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah peristiwa terjadi di berbagai belahan dunia pada Kamis (20/2). Mulai dari China mengklaim lindungi warga dan dunia dari virus corona hingga dua penumpang kapal pesiar yang dikarantina di Jepang meninggal.

1. China Klaim soal Corona Lindungi Warga dan Dunia

China menyatakan tengah dan terus berupaya menanggulangi penyebaran virus corona yang hingga hari ini telah menewaskan 2.120 orang di seluruh dunia.


Menteri Luar Negeri China Wang Yi mengatakan negaranya tak hanya berupaya melindungi warganya, tapi juga dunia dari virus serupa SARS tersebut.


Ia menganggap sejauh ini penyebaran epidemi yang telah menginfeksi lebih dari 70 ribu orang di dunia itu dapat dikendalikan dan disembuhkan.


2. Rusia Minta Turki Setop Bantu Teroris di Suriah

Pemerintah Rusia mendesak Turki agar berhenti mendukung dan memberikan bantuan kepada kelompok teroris di Suriah. Hingga kini, perang di Suriah masih berkecamuk dan belum ada gencatan senjata.


"Kami mendesak Turki untuk menghindari insiden agar menghentikan pemberian bantuan kepada kelompok teroris dan menyerahkan senjata mereka," tutur Kementerian Pertahanan Rusia, mengutip AFP, Kamis (20/2).

Perang masih terjadi di Suriah, terutama di wilayah Aleppo dan Idlib. Di kedua wilayah tersebut, suara senapan dan ledakan tak henti terdengar. Sedikitnya 900 ribu orang mengungsi akibat peperangan itu.

3. Dua Korban Virus Corona di Kapal Pesiar Jepang Meninggal

Dua penumpang kapal pesiar Diamond Princess di perairan Jepang yang dinyatakan positif virus corona dilaporkan meninggal, Kamis (20/2).

[Gambas:Video CNN]

Mengutip sumber pemerintah, media Jepang melaporkan kedua pasien itu berusia lanjut tepatnya pria dan wanita berusia sekitar 80 tahunan.

Jika terkonfirmasi, ini akan menjadi kasus kematian pertama dari sekitar 600 orang yang terinfeksi virus corona di kapal pesiar tersebut. (dea)