Pembaruan Data, Total 556 Positif Corona di Korea Selatan

CNN Indonesia | Minggu, 23/02/2020 11:01 WIB
Pembaruan Data, Total 556 Positif Corona di Korea Selatan Ilustrasi. Suasana acara nikah massal di Korea Selatan yang bersamaan dengan mewabahnya virus corona di sana. (AP Photo/Ahn Young-joon)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Korea Selatan melaporkan 123 kasus baru terkait infeksi virus corona (COVID-19) pada Minggu (23/2). Angka tersebut menambah total infeksi di Negara Ginseng menjadi 556 kasus.

Total korban terinfeksi virus corona di Korea Selatan bertambah dua kali lipat sejak Sabtu (23/2), dengan sebagian besar kasus berasal dari organisasi keagamaan serta rumah sakit di kota terbesar keempat di Korea Selatan, Daegu.

Berdasarkan data Korea Centers for Disease Control dan Prevention (KCDC), korban jiwa akibat virus corona di Korea Selatan telah mencapai empat orang.


Angka tersebut bertambah sejak kasus meninggal terakhir dilaporkan pada Sabtu (22/2).

Kasus meninggal pertama dilaporkan pada 19 Februari, seorang pasien di Rumah Sakit Daenam.

Kasus bertambah pada Jumat (21/2) dengan meninggalnya seorang pasien di Daenam Hospital. Kasus meningga ketiga dilaporkan dari kawasan Gyeongju.

Sejak Jumat (21/2), Daegu dan Cheongdo ditetapkan sebagai kawasan penanganan spesial.

Sebanyak 75 dari 123 orang yang terkonfirmasi terinfeksi virus corona kala itu berasal dari anggota organisasi keagamaan, Shincheonji di tenggara Daegu.

KCDC mengungkapkan 9.000 anggota Shincheonji saat ini sedang dalam karantina.

Perdana Menteri Chung Sye-kyun mengatakan virus dapat diatasi apabila masyarakat mengikuti instruksi pemerintah.

Terpisah, salah satu retailer terbesar di Korea Selatan, Shinsegae, memutuskan untuk menutup seluruh outletnya di kawasan selatan Seoul untuk desinfeksi.

Hal itu dilakukan setelah seorang pasien yang didiagnosis terinfeksi corona mengunjungi outlet baru-baru ini.

Tak hanya itu, outlet yang berada di Gangnam akan menutup bagian food court sebab pasien terinfeksi virus menghabiskan waktu sekitar satu jam bersama suaminya di sana pada Rabu (19/2).

Pasien tersebut merupakan salah satu anggota kelompok keagamaan di Daegu dan dikonfirmasi terinfeksi corona pada Jumat (21/2).

Pihak manajemen mengatakan pasien tersebut ke sana sudah mengenakan masker. Namun, mereka tetap memilih untuk menutup outlet sementara untuk memastikan kondisi.

"Kami akan melakukan segala hal yang perlu dilakukan untuk desinfeksi dan sanitasi demi mencegah penyebaran virus COVID-19," kata pihak manajemen seperti dilansir Yonhap.

Sejak awal Februari, sejumlah mal dan supermarket besar lainnya, Lotte dan Hyundai juga menghentikan sementara operasi toko mereka setelah pasien terinfeksi corona berkunjung ke sana.

[Gambas:Video CNN]

(chr/ard)