WNI Ungkap Situasi di Italia Imbas Penyebaran Virus Corona

CNN Indonesia | Senin, 24/02/2020 20:41 WIB
WNI Ungkap Situasi di Italia Imbas Penyebaran Virus Corona WNI di Milan, Italia mengatakan terjadi kelangkaan masker dan harganya melonjak akibat antisipasi virus corona. (Ilustrasi/ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kasus penularan virus corona (COVID-19) di Italia hingga Minggu (23/3) pekan lalu mencapai 130 orang. Kendati belum ada laporan infeksi terhadap WNI yang berada di sana, sejumlah warga berbagi cerita soal kondisi terkini di Milan, yang ikut terdampak penyebaran virus tersebut.

Pemerintah setempat menerbitkan pembatasan dan menutup tempat-tempat umum, termasuk pembatalan festival Venesia.


Menurut Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia di Milan, Andrew Wibawa, kondisi di tempat dia bermukim saat ini tidak banyak perubahan. Cairan pembersih tangan yang sempat langka di beberapa swalayan sudah tersedia kembali dengan cepat. Bahan makanan juga tetap tersedia, dan tidak ada kenaikan harga. Meski banyak tempat umum ditutup, menurutnya keadaan di Milan tidak separah yang dibayangkan.


"Yang masih langka adalah masker. Di sini, (masker) masih sulit dicari", ujarnya melalui sambungan telepon saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (24/2).

Menurutnya, PPI Republik Ceko telah mengirimkan bantuan masker yang diperkirakan akan tiba dalam dua hingga tiga hari mendatang. Komunikasi dengan KBRI di Italia juga lancar dan selalu memantau perkembangan terkini. Sambungan telepon saluran khusus disediakan oleh pemerintah setempat untuk keadaan darurat, dan juga dibagikan melalui akun Instagram PPI Milan.

Di daerah Lombardi, beberapa kantor juga masih buka, meski seluruh aktivitas universitas diliburkan. Menurut Melvien Sabrina, seorang WNI yang tinggal di Milan, situasi kota memang terlihat sepi.

[Gambas:Video CNN]

"Duomo di Milano, yang menjadi pusat kota Milan, juga sepi. Memang terasa kekhawatiran orang-orang untuk pergi ke tempat-tempat publik", terangnya ketika dihubungi CNNIndonesia.com.

Menurutnya, stok bahan makanan di supermarket juga langka, khususnya makanan kalengan. Persediaan masker juga langka, baik di apotek maupun di toko daring.

"Bahkan di Amazon Italia, pengiriman bisa sampai hingga satu minggu, dengan harga yang lebih tinggi dari biasanya," ujarnya.

Hal senada juga diutarakan Donna Nababan, yang tinggal di Cologno Monzese, provinsi Milan. Menurutnya, kereta yang biasanya penuh, hari ini terlihat kosong.


"Universitas tutup hingga 1 Maret. Ada beberapa kantor yang tutup, pegawainya kerja dari rumah", ungkapnya. (fdi/ayp)