China Klaim Tingkat Kematian Corona Rendah Dibanding Ebola

CNN Indonesia | Selasa, 25/02/2020 08:40 WIB
China Klaim Tingkat Kematian Corona Rendah Dibanding Ebola Pemerintah China mengklaim tingkat kematian akibat wabah virus Ebola lebih tinggi dari epidemi virus corona. (Kim Jong-un/Yonhap via AP)
Jakarta, CNN Indonesia -- China mengklaim tingkat kematian akibat virus corona atau Covid-19 tidak setinggi Ebola, SARS, MERS, dan virus besar lainnya. Duta Besar China untuk Indonesia Xiao Qian mengatakan berdasarkan penelitian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan beberapa jurnal kesehatan lain, tingkat kematian virus corona per 23 Februari 2020 hanya sebesar 3,3 persen meski epidemi itu telah menewaskan lebih dari 2.600 orang di dunia per hari ini.

"Secara komparatif berbicara tingkat kematian akibat Covid-19 itu rendah. Tingkat fatalitas Ebola 40,4 persen, sementara per hari ini Covid-19 antara 2,3 atau 3,3 persen terus berubah," kata Xiao saat berbicara di forum Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) di Jakarta pada Senin (24/2).


Xiao memaparkan tingkat kematian SARS juga lebih tinggi dari virus corona yakni sebesar 9,6 persen, sementara MERS dan virus N1H1 masing-masing sekitar 34,4 persen dan 77.6 persen.


Tak hanya itu, Xiao juga mengatakan tingkat kesembuhan pasien pengidap virus corona terus meningkat.

Sebagai negara yang memiliki warga positif corona paling banyak, China kata Xiao terus mengembangkan vaksin hingga pengobatan dan perawatan untuk menyembuhkan pasien.

Xiao mengklaim dokter dan ilmuwan di China telah menemukan beberapa obat yang menunjukkan efektifitas dalam menyembuhkan pasien corona.

Beijing, paparnya, masih terus mengembangkan metode dan formula penyembuhan virus corona. Xiao mengakui bahwa menemukan vaksin butuh waktu yang tak sebentar dan prosedur yang kompleks.

"Hingga kini beberapa formula telah kami temukan dan saat ini kami tengah mengujicobakan terhadap binatang. Kami berharap ini memakan waktu kurang dari setahun, mungkin dua atau tiga bulan, untuk memiliki vaksin yang cocok untuk pasien," ucap Xiao.

[Gambas:Video CNN]

Lebih lanjut, Xiao menekankan bahwa negaranya sangat terbuka, transparan, dan bertanggung jawab dalam menangani penyebaran virus corona yang telah menginfeksi lebih dari 70 ribu orang di seluruh dunia.

"Buktinya kami berhasil mencegah virus corona menyebar di luar China. Sejauh ini 97 persen virus corona terjadi di China, hanya 2,6 persen terjadi di luar China," ujar Xiao.

Per hari ini, korban meninggal akibat terinfeksi virus corona telah mencapai 2.465 jiwa di dunia. Korban terbanyak berada di China, terutama Provinsi Hubei yang menjadi sumber penyebaran epidemi itu.

Kasus kematian akibat corona juga telah terjadi di Korea Selatan, Jepang, Filipina, dan Italia.

Sementara itu, virus corona sendiri telah menginfeksi lebih dari 79.930 orang di seluruh dunia, terutama di China. Korea Selatan dan Jepang menjadi negara setelah China yang memiliki kasus virus corona terbanyak.

Korsel bahkan telah menetapkan status darurat virus corona ke level merah atau tertinggi. (rds/ayp)