AS Klaim Tewaskan Petinggi Al-Shabaab Dalang Serangan Kenya

CNN Indonesia | Kamis, 27/02/2020 07:35 WIB
AS Klaim Tewaskan Petinggi Al-Shabaab Dalang Serangan Kenya Ilustrasi pasukan AS. Serangan udara AS di Somalia dilaporkan menewaskan tokoh beserta istri kelompok teror Al-Shabaab yang menjadi dalang serangan di Kenya. (John Moore/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komando Angkatan Bersenjata Amerika Serikat wilayah Afrika (US AFRICOM) menyatakan berhasil menewaskan seorang tokoh kelompok teror Al-Shabaab di Somalia. Meski tidak menyebutkan identitas target, mereka mengklaim tokoh tersebut bertanggung jawab atas serangan yang menewaskan tiga tentara dan seorang pekerja lepas AS di pangkalan militer gabungan Teluk Manda, Kenya, pada Januari lalu.

"Dari evaluasi usai serangan kami mengkonfirmasi dua orang teroris tewas dalam serangan udara terukur pada 22 Februari. Dia adalah orang yang terlibat dalam serangan di Teluk Manda dan istrinya, yang merupakan anggota kelompok Al-Shabaab," demikian isi pernyataan AFRICOM, seperti dilansir CNN, Rabu (26/2).


Serangan udara tersebut dilakukan di wilayah Saakow, Somalia, sekitar 30 kilometer dari Ibu Kota Mogadishu.


"Kedua teroris tersebut dikenali sebagai anggota senior Al-Shabaab yang merencanakan serangan di perbatasan Kenya, termasuk serangan terbaru di Teluk Manda. Sang istri adalah anggota aktif Al-Shabaab dan bertanggung jawab membantu kegiatan terorisme," demikian bunyi pernyataan tersebut.

Kelompok milisi Al-Shabaab dianggap sebagai salah satu rekan dari Al-Qaidah. AS memperkirakan mereka mempunyai kekuatan 5.000 orang.

[Gambas:Video CNN]

Sampai saat ini ada sekitar 600 orang pasukan AS yang dikirim ke Somalia. Mereka bekerja sama dengan angkatan bersenjata setempat untuk memerangi Al-Shabaab.

Serdadu AS juga dilaporkan melatih sekitar seribu pasukan infantri khusus Somalia, Danab, untuk memerangi Al-Shabaab.

Meski Al-Shabaab saat ini dilaporkan kehilangan sebagian besar wilayahnya di Somalia, tetapi mereka masih mampu melakukan serangan hingga Mogadishu dan sejumlah lokasi lainnya.


AS belum menganggap kelompok tersebut sebagai ancaman terhadap tanah air, tetapi cukup membahayakan warga Negeri Paman Sam dan negara sekutu mereka di Afrika. (ayp)