"Saya mengimbau saudara dan saudari saya di Delhi untuk menjaga perdamaian dan persaudaraan setiap saat. Sangat penting .. ketenangan dan normalitas dipulihkan saat ini," tulis Modi dalam cuitannya, Rabu (26/2).
Sementara itu, oposisi yang merupakan Ketua Menteri New Delhi, Arvind Kejriwal menyerukan agar Modi mengerahkan tentara dan memberlakukan jam malam untuk meredam ketegangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekitar 25 korban meninggal dibawa ke RS GTB dan dua lainnya di Rumah Sakit Lok Nayak.
Bentrokan antara umat Muslim dan Hindu dipicu protes atas Undang-Undang Kewarganegaraan di pinggiran New Delhi. Kedua belah pihak saling serang menggunakan batu dan benda lain, serta merusak bangunan dan kendaraan.
[Gambas:Video CNN]
Korban luka bukan hanya warga sipil, tetapi juga polisi. Ada laporan polisi melakukan kekerasan terhadap warga Muslim dan jurnalis yang tengah meliput.
Seorang pemadam kebakaran juga dilaporkan luka akibat diserang massa. Lima truk pemadam turut menjadi sasaran perusakan massa.
Beleid itu disahkan oleh pemerintahan Modi yang beraliran sayap kanan. Partai pengusungnya, Bhratiya Janata (BJP) dituduh bersikap diskriminatif terhadap umat Muslim.
UU itu hanya berlaku bagi imigran pemeluk agama Hindu, Kristen, dan agama minoritas lainnya selain Islam.
Selain UU Kewarganegaraan, pertikaian antara umat Muslim dan Hindu di India juga kerap dipicu masalah konsumsi sapi. Umat Muslim menganggap sapi adalah hewan yang halal untuk dikonsumsi. Sedangkan umat Hindu menganut ajaran vegetarian karena tidak memakan bahan makanan dari sumber yang bernyawa. (afp/evn)