Muhyiddin Yassin, 'Kuda Hitam' Hingga PM Malaysia ke-8

CNN Indonesia | Sabtu, 29/02/2020 17:40 WIB
Muhyiddin Yassin, 'Kuda Hitam' Hingga PM Malaysia ke-8 Muhyiddin Yassin berpengalaman sebagai pejabat dan politikus, tetapi sosoknya jarang diperhitungkan untuk bisa menjabat sebagai PM Malaysia. (AFP/EVAN VUCCI)
Jakarta, CNN Indonesia -- Muhyiddin Yassin resmi ditunjuk Raja Malaysia, Yang di-Pertuan Agung Sultan Abdullah Sultan Ahmad Shah sebagai Perdana Menteri Malaysia pada Sabtu (29/2). Upacara sumpah jabatan dijadwalkan digelar besok, Minggu (1/3), di Istana Negara Malaysia.

Pengganti Mahathir Mohamad sebagai Perdana Menteri kedelapan tersebut merupakan politikus Partai Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu).
Lahir pada 15 Mei 1947, Muhyiddin sempat menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri pada 2009 hingga 2015.

Dilansir CNNIndonesia.com dari berbagai sumber, Muhyiddin ternyata memiliki keturunan Bugis dan Jawa dari ibunya, Hj. Khadijah. Sementara ayahnya, Haji Muhammad Yassin, merupakan seorang ulama.


Muhyiddin diberhentikan dari jabatannya pada Juli 2015 karena lantang menyuarakan kritik terhadap skandal 1MDB.

Usai turun dari pemerintahan, Muhyiddin bergabung dengan Mahathir membentuk Bersatu sebelum pemilihan umum 2018. Selepas kemenangan Mahathir, dia dilantik menjadi Menteri Dalam Negeri.

Tak lama setelah bergabung di dalam kabinet, Muhyiddin didiagnosa mengidap tumor stadium awal dan dilarikan ke Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura. Meski telah dinyatakan sembuh, tetapi Muhyiddin masih rutin mengunjungi Singapura untuk berobat.


Muhyiddin menempuh pendidikan di Sekolah Kebangsaan Maharani, Muar, Johor dan Sekolah Kebangsaan Ismail Johor, Malaysia. Dia lantas melanjutkan studi ke perguruan tinggi di dalam negeri, yaitu Universitas Malaya, Kuala Lumpur dan menerima gelar sarjana Honours di bidang Ekonomi dan Studi Melayu pada 1971.

Dia juga pernah menjabat menjadi Menteri Kepala Bagian Selatan di Johor pada 1986 hingga 1995 saat masih bergabung dengan Partai Organisasi Persatuan Bangsa Melayu (Umno).

Muhyiddin juga menjabat sejumlah jabatan lain di dalam pemerintahan. Di antaranya Menteri Pemuda dan Olahraga, Menteri Perdagangan Dalam Negeri dan Urusan Konsumen, Menteri Pertanian dan Industri Berbasis Agrikultur, Menteri Perdagangan dan Industri Internasional, dan Menteri Pendidikan. Karena pengalaman dan koneksinya di dalam pemerintahan dan kalangan politikus namun tak terlalu populer, Muhyiddin dianggap sebagai kuda hitam dalam percaturan politik Malaysia.

Pada Maret 2010, pernyataan Muhyiddin yang dianggap rasial, yakni "Melayu lebih dahulu daripada Malaysia", memicu perdebatan. Pernyataannya itu dipersoalkan oleh politikus veteran Partai Aksi Demokrasi (DAP), Lim Kit Siang.

[Gambas:Video CNN]

"Bagaimana mungkin saya mengatakan Malaysia yang utama dan Melayu kemudian. Semua warga Melayu bisa marah dan menyatakan hal itu tidak tepat," kata Muhyiddin saat itu.

Menurut Muhyiddin, tidak ada yang salah bagi para tokoh politik di Malaysia untuk memperjuangkan ras mereka masing-masing. (wel/ayp)