Menurut laporan kantor berita IRNA yang dilansir AFP, Selasa (10/3), peristiwa tersebut terjadi di dua daerah. Sebanyak 20 orang meninggal di wilayah tenggara provinsi Khuzestan, serta tujuh orang tewas di wilayah Alborz usai menenggak miras oplosan.
Menurut Ali Ehsanpour, perwakilan Fakultas Kedokteran Universitas Jundishapur di Ahvaz, Ibu Kota Khuzestan, menyatakan sebanyak 218 orang dirawat akibat keracunan miras oplosan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jaksa penuntut umum Alborz, Mohammad Aghayari, mengatakan korban tewas akibat menenggak miras oplosan dipicu ulasan di internet yang menyatakan alkohol bisa mematikan virus corona.
[Gambas:Video CNN]
Iran melarang konsumsi minuman beralkohol kecuali bagi warga non-Muslim. Mengonsumsi miras oplosan yang mengandung metanol bisa menyebabkan kebutaan, kerusakan hati hingga kematian.
Menurut IRNA, 16 orang yang terinfeksi virus corona di Khuzestan meninggal pada Minggu pekan lalu.
(CNN Indonesia/Fajrian) |
(CNN Indonesia/Fajrian)