Markas PBB Terpapar Corona, Satu Diplomat Dinyatakan Positif

CNN Indonesia | Jumat, 13/03/2020 18:48 WIB
Satu diplomat perwakilan Filipina untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, Amerika Serikat, dilaporkan positif terinfeksi virus corona. Ilustrasi tim medis yang menangani pasien virus corona (Im Hwa-young/Yonhap via AP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Satu diplomat perwakilan Filipina untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat, dilaporkan positif terinfeksi virus corona (Covid-19). 

Pasien ini menjadi kasus virus corona pertama yang terjadi di lingkungan markas PBB di New York.

"Dia (sang diplomat) menerima telepon hari ini yang memberitahukan bahwa hasil tes menyatakan dia positif Covid-19," bunyi surat perwakilan tetap Filipina untuk PBB di New York pada Kamis (12/3).



"Mulai hari ini, kantor perwakilan Filipina (untuk PBB) akan diisolasi dan semua diplomat dan staf diperintahkan melakukan karantina mandiri," ucap pernyataan dalam surat yang diperoleh AFP tersebut.

Sumber diplomatik menuturkan pasien tersebut bekerja di Komite Keenam Majelis Umum PBB yang khusus menangani masalah hukum.

[Gambas:Video CNN]

Sekitar 3.000 orang tercatat bekerja di markas PBB di New York. Banyak diplomat dari 193 negara anggota kerap datang dan pergi ke kompleks markas tersebut setiap hari.

Sejauh ini, terdapat 1.762 kasus virus corona dengan 41 kematian di AS. Sementara itu, di Filipina sendiri sudah tercatat ada 52 kasus Covid-19 dengan lima kematian.


Kemarin, Presiden Filipina Rodrigo Duterte memutuskan untuk mengisolasi total Manila dengan menutup semua transportasi masuk dan keluar dari ibu kota itu demi mencegah penyebaran corona di negara Asia Tenggara tersebut.

Dalam pidato yang disiarkan secara nasional, Duterte juga menyetujui satu bulan penutupan sekolah, larangan pertemuan massal, dan larangan masuknya orang asing dari tempat-tempat penyebaran penyakit menular.


Sebelumnya, Duterte berencana melakukan pemeriksaan virus corona setelah tiga menteri kabinetnya mengisolasi diri lantaran menjalin kontak dengan pasien yang dinyatakan positif.

Ketiga menteri itu yakni Menteri Keuangan Carlos Dominguez, Menteri Transportasi Arthur Tugade, dan Kepala Staf Duterte, Salvador Medialdea. (rds/dea)