Dikarantina Corona, PM Kanada Justin Trudeau Beri Kabar

CNN Indonesia | Sabtu, 14/03/2020 11:12 WIB
Setelah istrinya dinyatakan positif virus corona, PM Kanada Justin Trudeau dikarantina bersama keluarganya. Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau. (Sean Kilpatrick/The Canadian Press via AP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Anak-anaknya bermain Lego di kamar, istrinya menghabiskan banyak waktu di telepon: Perdana Menteri Justin Trudeau pada hari Jumat (13/3) mengungkap sekilas situasi karantina keluarganya dari virus corona COVID-19 sambil meyakinkan negara bahwa ia terus memerintah.

"Saya ingin menjelaskan, saya tidak memiliki gejala. Saya merasa sehat. Teknologi memungkinkan saya bekerja dari rumah," kata Trudeau pada konferensi pers di luar kediaman resminya di Ottawa.

Berdiri sendirian di depan pondok berdinding batu bata, wartawan memberinya jarak beberapa meter, perdana menteri berbicara di depan umum untuk pertama kalinya sejak istrinya Sophie dinyatakan positif terkena virus corona.


Pengumuman itu dibuat Kamis (12/3) malam bahwa pemimpin Kanada berusia 48 tahun itu, istrinya yang berusia 44 tahun dan tiga anak mereka, berusia 6-12, akan dikurung selama 14 hari di rumah yang berjarak beberapa kilometer dari parlemen.

Telegoverning, katanya "adalah ketidaknyamanan dan agak membuat frustrasi."

"Bagaimanapun, kita semua makhluk sosial, tetapi kita harus melakukan ini."

Pejabat kesehatan masyarakat telah meminta semua warga Kanada untuk melakukan isolasi sendiri jika mereka menunjukkan gejala seperti flu dan dites untuk COVID-19, terutama jika mereka baru-baru ini bepergian ke luar negeri.

"Kami mengikuti saran medis sebagaimana seharusnya semua warga Kanada," komentar Trudeau.

Sophie Gregoire-Trudeau mulai merasakan gejala seperti flu termasuk demam rendah Rabu (11/3) malam setelah terbang kembali dari London.

"Gejala yang Sophie terbilang ringan," kata suaminya.

"Kami sedang memikirkan semua keluarga di seluruh negeri yang telah memiliki diagnosis yang sama, tetapi kami mendapat perawatan yang baik."

Sedikit khawatir

Bekerja dari rumah, Trudeau memiliki jadwal yang sibuk: panggilan telepon ke Emmanuel Macron, Donald Trump, Giuseppe Conte, para pemimpin provinsi dan wilayah Kanada, dan lainnya.

Dia tetap berhubungan dengan kabinet dan pejabatnya, pada hari Jumat mengumumkan sejumlah langkah dan dana untuk memerangi penyebaran virus.

"Saya sangat sibuk hingga hari ini. Saya akan terus bekerja dari rumah dari jarak jauh untuk melakukan hal-hal penting yang perlu dilakukan untuk menjaga keamanan Kanada," katanya.

Seorang wartawan bertanya jika perdana menteri jatuh sakit setelah tertular virus dari istrinya, apakah ada rencana darurat?

"Selalu ada rencana darurat untuk menteri yang sakit atau bahkan perdana menteri yang jatuh sakit," jawab Trudeau.

Reporter lain bertanya bagaimana perdana menteri dan keluarganya mengatasi keadaan.

"Sebagian besar anak-anak bermain dengan Lego dan istri saya telah menelepon ke teman dan keluarga," katanya, menambahkan: "Saya telah berbicara di telepon dengan Presiden Macron, dengan kabinet dan pejabat saya."

Dan bagaimana dengan anak-anak? Adakah anggota keluarga yang khawatir dengan kesehatan mereka?

"Kami jelas-jelas melakukan dialog yang sangat baik dengan anak-anak kami tentang apa yang terjadi, tentang bagaimana agar tidak terlalu khawatir, tetapi untuk sedikit khawatir, itulah sebabnya mereka pulang ke rumah bersama dan kami sekarang," kata Trudeau.

[Gambas:Video CNN]

(AFP/ard)