"Pemerintah kerajaan memutuskan menghentikan penerbangan internasional selama dua pekan sebagai upaya mencegah penyebaran #VirusCorona," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Saudi melalui Twitter.
AFP melaporkan bahwa larangan ini berlaku selama dua pekan terhitung mulai Senin (15/3) mendatang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia hanya menjelaskan bahwa semua penduduk dan ekspatriat terdampak aturan ini, atau yang harus melakukan karantina diri sendiri setelah dari luar negeri bakal diberikan "libur pengecualian resmi."
Saudi juga menyetop sementara seluruh penerbangan dan perjalanan laut menuju puluhan negara tersebut.
"Pemerintah Arab Saudi menghentikan sementara perjalanan WN Saudi dan ekspatriat dari Saudi ke negara-negara Austria, Bahrain, Belanda, Belgia, Bulgaria, Ceko, Denmark, Djibouti, Eritrea, Estonia, Ethiopia, Filipina, Hungaria, India, Indonesia," bunyi pernyataan KBRI Riyadh.
[Gambas:Video CNN]
Selain negara-negara tersebut, aturan itu juga berlaku bagi Irak, Iran, Italia, Jerman, Kenya, Korea Selatan, Kroasia, Kuwait, Latvia, Libanon, Lithuania, Luxembourg, Malta, Mesir, Oman, Pakistan, Prancis, Uni Emirat Arab, Polandia, Portugal, Rumania, Siprus, Slovakia, Slovenia, Somalia, Spanyol, Sri Lanka, Sudan, Sudan Selatan, Suriah, Swedia, Swiss, Tiongkok, Turki, dan Yunani.
Merujuk pada data Kementerian Kesehatan Saudi, hingga saat ini tercatat 86 kasus infeksi virus corona di negara tersebut. Namun, tidak ada angka kematian.
Meski demikian, pemerintah Saudi terus melakukan upaya pencegahan, salah satunya dengan menghentikan ibadah umrah. (has)