Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan Al-Mawli menjadi pemimpin kelompok militan tersebut setelah Abu Bakar Al Baghdadi tewas dalam serbuan pada Oktober tahun lalu.
"Al-Mawli sebelumnya diketahui aktif bersama Al-Qaeda di Irak dan terkenal karena kerap menyiksa kelompok minoritas Yazidi," ujar Pompeo seperti dilansir AFP.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sosok yang disebut sebagai lulusan ilmu hukum syariah itu pun telah dinyatakan PBB sebagai pelaku genosida terkait tindakannya terhadap etnis Yazidi. Surat kabar Inggris, The Guardian, pada Januari lalu menulis berdasarkan informasi intelijen bahwa Al-Mawli tumbuh di antara keluarga Irak-Turki.
Al-Mawli juga disebut pernah menjadi prajurit militer Irak di bawah kepemimpinan Saddam Hussein. Namun, itu terjadi sebelum Al-Mawli bergabung dengan jaringan Al-Qaeda di Irak.
[Gambas:Video CNN]
Selain itu, Al-Mawli diketahui pernah ditangkap pasukan AS dan dipenjara di kawasan Irak bagian selatan. Di sana diduga adalah tempat Al-Mawli berbaiat kepada Baghdadi--yang juga dipenjara sebagai bagian dari Al-Qaeda.
Untuk memburu Al-Mawli, Departemen Luar Negeri AS menyatakan akan memberikan imbalan hingga US5 juta buat infomrasi guna menangkap sang pengganti Al-Baghdadi tersebut.