Tembus 30 Ribu Kasus, New York Pusat Penyebaran Corona di AS

CNN Indonesia | Kamis, 26/03/2020 16:49 WIB
Tembus 30 Ribu Kasus, New York Pusat Penyebaran Corona di AS Negara Bagian New York menjadi wilayah dengan kasus virus corona (Covid-19) dan angka kematian terbanyak di AS. (Jeenah Moon/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Negara Bagian New York saat ini menjadi wilayah dengan kasus virus corona (Covid-19) dan angka kematian terbanyak di Amerika Serikat.

Hampir setengah dari total 68.203 kasus virus corona yang ada di AS terdapat di New York. Berdasarkan data The Guardian, per Kamis (26/3), ada 30.841 kasus corona dengan 285 kematian di negara bagian itu.


Wali Kota New York, Bill de Blasio, mengatakan sebagian besar atau dua per tiga kasus corona di Negara Bagian New York terdapat di kotanya yang menjadi wilayah terpadat di Negeri Paman Sam.


Sementara itu, sejauh ini total ada 68.203 kasus virus corona dengan 1.027 kematian di AS yang tersebar di seluruh 50 negara bagian AS.

"Saat ini kami tengah berada di Kota New York sumber krisis (corona) di AS. Saya tidak senang mengatakan ini kepada Anda semua dan Anda semua juga tidak senang mendengar ini," kata Blasio seperti dikutip The New York Times.

Blasio menilai puncak penyebaran Covid-19 di Kota New York masih akan berlangsung. Menurutnya, penyebaran virus serupa SARS itu akan jauh lebih buruk April mendatang.

"Dan saya takut kondisi bulan Mei mendatang akan lebih buruk dari bulan April nanti," katanya.

[Gambas:Video CNN]

Salah satu faktor yang menyebabkan jumlah kasus corona di New York terus melonjak adalah dari hasil pemeriksaan Covid-19 massal yang telah dilakukan pemerintah daerah dalam beberapa pekan terakhir.

Puluhan ribu warga New York telah mengikuti pemeriksaan Covid-19. Sejauh ini, Sebagian besar pasien positif corona di New York mengalami gejala ringan seperti demam dan pneumonia.

Banyak kasus yang dinilai tidak membutuhkan perawatan medis khusus.

Meski begitu, beberapa wali kota di Negara Bagian New York menganggap pemeriksaan Covid-19 dibatasi lantaran penyebaran virus corona sudah sangat meluas sehingga sumber daya dan alat pemeriksaan sebaiknya digunakan untuk merawat pasien.

Demi menekan angka kasus corona, Gubernur Negara Bagian New York, Andrew Cuomo, telah memerintahkan menutup seluruh wilayah atau lockdown sejak akhir pekan lalu.
Kasus Virus Corona di New York Tertinggi di AS(CNN Indonesia/Fajrian)
Ia memerintahkan bisnis yang tidak penting untuk ditutup dan melarang segala macam pertemuan. Ia mengancam akan menjatuhkan denda bagi siapapun yang melanggar perintah tersebut.

"Kita semua berada dikarantina sekarang," kata Cuomo kepada wartawan. Pertemuan non-esensial individu dari berbagai ukuran dibatalkan," kata Cuomo.

"Tindakan ini akan menyebabkan gangguan. Akan menyebabkan banyak ketidakbahagiaan. Saya mengerti itu," paparnya menambahkan dikutip dari AFP. (rds/ayp)