Menurut laporan jurnalis CNN, Scott McLean, Jumat (27/3), keputusan itu diambil pemerintah untuk mengurangi beban rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya.
"Alasan memilih arena seluncur es adalah karena jasa pengurusan jenazah yang dikelola pemerintah kota untuk sementara berhenti mengurus jasad pasien virus corona karena alasan tidak mempunyai alat pelindung diri (APD) yang cukup," kata McLean.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), di Spanyol tercatat ada sebanyak 47.610 kasus infeksi virus corona, dengan jumlah kematian yang besar, yakni mencapai 3.434 orang.
[Gambas:Video CNN]
Dalam 24 jam terakhir tercatat ada 650 orang pasien virus corona di Spanyol meninggal.
Spanyol juga memperpanjang penguncian wilayah atau lockdown akibat virus corona selama dua pekan hingga 14 April mendatang. Opsi tersebut diputuskan setelah pemerintah mendapat dukungan dari parlemen Spanyol untuk merespons kondisi terkini penanganan Covid-19.
Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez mengatakan akan memperketat aturan lockdown dengan meminta agar warga tetap berada di dalam rumah dan menutup semua bisnis selama sebulan penuh.
Aturan agar warga tetap berada di dalam rumah dan menutup bisnis semula berlaku mulai 14 Maret hingga 31 Maret 2020.
(CNN Indonesia/Fajrian) |
(CNN Indonesia/Fajrian)