Kematian Global Akibat Corona Lewati 30 Ribu, Eropa 20 Ribu

CNN Indonesia | Minggu, 29/03/2020 04:14 WIB
Kematian Global Akibat Corona Lewati 30 Ribu, Eropa 20 Ribu Petugas medis melarikan pasien gawat darurat Covid-19 di Prancis. (AP/Jean-Francois Badias)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lebih dari 30 ribu orang tewas akibat virus corona (Covid-19) di dunia per Sabtu (28/3).

Seperti dilansir AFP pada Minggu (29/3) dini hari WIB, jumlah kematian global akibat Covid-19 mencapai angka 30.003 jiwa, di mana di Benua Eropa sendiri lebih dari 20.000 orang telah merenggang nyawa.

Dari data situs WHO khusus Covid-19 per Minggu (29/3) dini hari WIB virus corona telah menginfeksi di 201 negara dunia. Angka kematian akibat virus corona di Benua Biru itu saat ini mencapai 21.334 jiwa, di mana korban fatal terbesar ada di Italia (10.023 kematian), diikuti Spanyol (5.690 kematian). Kasus positif Covid-19 di Eropa sendiri saat ini sudah lebih dari 330 ribu.


Kematian di Italia sendiri menjadi yang terbesar di dunia. Pada Sabtu jumlah kematian mencapai 889 jiwa, sementara sehari sebelumnya tercatat sebagai rekor terburuk dunia yakni 969 kematian.

Jumlah kasus positif terinfeksi virus corona di Italia meroket dan melampaui China. Berdasarkan data Johns Hopkins University Italia memiliki 86.498 kasus, sementara China memiliki 81.946 kasus.

Jumlah kasus itu menjadikan Italia sebagai negara kedua terbanyak dengan kasus positif di dunia. Urutan pertama ditempati Amerika Serikat dengan 104.837 kasus. Dikutip dari CNN, terdapat 10.950 kasus yang dinyatakan sembuh di Italia hingga Sabtu petang WIB.

Kepala Institut Kesehatan Nasional Italia , Silvio Brusaferro, mengatakan negaranya tak bisa lengah menghadapi infeksi Covid-19. Pasalnya, lembaganya memprediksi tren peningkatan infeksi Covid-19 di Italia belum selesai.

"Kita baru akan mencapai puncak pada beberapa hari ke depan," kata Brusaferro seperti dikutip dari AFP, Sabtu (28/3).

Sementara itu Pemerintah Spanyol, pada Sabtu lalu memperbesar lockdown ke seantero negeri termasuk menghentikan semua kegiatan nonesensial.

"Semua pekerja di bidang aktivitas ekonomi nonesensial harus tetap di rumah selama dua pekan," ujar Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez.

"Hal yang paling utama adalah memperlambat jumlah orang yang dibawa ke rumah sakit," imbuhnya.

[Gambas:Video CNN]
Spanyol telah menjadi negara dengan tingkat fatalitas terburuk kedua setelah Italia. Pada Sabtu, dalam tempo 24 jam terakhir saja, tercatat jumlah kematian mencapai 832 orang. Sementara itu, kasus positif di negara itu saat ini telah melebihi 72 ribu.

Meskipun demikian, Koordinator Kegawatdaruratan Kementerian Kesehatan Spanyol, Fernando Simon mengatakan sudah terlihat tren pelambatan jumlah pasien posiif baru di negara itu. Namun, jumlah yang memuncak itu telah membuat sistem perawatan intensif di negara itu menjadi tertekan.

"Kami betul-betul perlu mengecilkan dengan sangat tajam [jumlah infeksi]... Sehingga kita tidak perlu mencapai krisis kapasitas [layanan medis] seperti ini," kata Simon.

(AFP/kid)