Seperti dilansir CNN, Senin (30/3), kejadian tragis itu terjadi pada Sabtu (28/3) pekan lalu. Saat itu Ranveer yang bekerja sebagai tukang antar di Ibu Kota New Delhi terpaksa pulang ke kampungnya di Negara Bagian Madhya Pradesh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada akhir pekan lalu pemerintah New Delhi memutuskan memulangkan para perantau tersebut dengan alasan mencegah penyebaran virus corona. Namun, mereka tidak memberikan tambahan moda transportasi.
Alhasil para perantau tersebut harus pulang dengan menyewa truk atau kendaraan lain secara bersama-sama rekan mereka yang satu tujuan. Sedangkan sebagian malah terpaksa berjalan kaki, termasuk Ranveer.
Menurut saksi, Ranveer jatuh pingsan di Kota Agra, sekitar 215 kilometer dari New Delhi. Padahal, jarak yang harus ditempur Ranveer untuk mencapai kampung halamannya di Distrik Morena, Madhya Pradesh mencapai sekitar 288 kilometer.
[Gambas:Video CNN]
Seorang penjaga toko di jalan lintas provinsi yang melihat Ranveer pingsan langsung membantunya. Dia juga memberi teh dan makanan kepada Ranveer.
Saat itu, Ranveer mengeluh dadanya sangat sakit. Tidak lama kemudian dia mengembuskan napas terakhir.
"Menurut hasil autopsi usai kematian menunjukkan dia meninggal akibat serangan jantung tetapi kami meyakini hal itu dipicu kelelahan akibat menempuh perjalanan yang sangat panjang," kata seorang opsir polisi, Arvind Kumar.
(CNN Indonesia/Fajrian) |
Perdana Menteri India, Narendra Modi, pada akhir pekan lalu sempat menyampaikan permohonan maaf kepada penduduk India yang merasa kecewa dan kesulitan akibat pemberlakuan lockdown.
Sedangkan dari data Sekolah Kedokteran Universitas Johns Hopkins, ada 1.071 kasus virus corona di India. Dari jumlah tersebut ada 29 orang meninggal, dan 100 pasien sembuh. (ayp/ayp/ayp)
(CNN Indonesia/Fajrian)