ASEAN Sepakat Relokasi Anggaran 10 Persen Tangani Corona

CNN, CNN Indonesia | Selasa, 14/04/2020 20:05 WIB
Presiden Joko Widodo mengikuti KTT ASEAN Khusus Covid-19 secara virtual didampingi Menlu Retno L Marsudi dan Menkes Terawan, Selasa (14/4) Presiden Joko Widodo didampingi Menlu Retno Marsudi dalam pertemuan KTT ASEAN khusus Covid-19. (Foto: Lukas-Biro Setpres)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sepuluh negara anggota ASEAN termasuk Indonesia sepakat merelokasi anggaran kerja sama organisasi sebesar 10 persen untuk digunakan menangani situasi darurat penyebaran virus corona (Covid-19) di kawasan.

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menuturkan hal itu disepakati 10 negara anggota dalam pertemuan tingkat tinggi (KTT) ASEAN khusus Covid-19 secara virtual pada Selasa (14/4). 

Retno mengatakan usulan relokasi dana itu juga kembali dibahas dalam KTT ASEAN+3 bersama China, Korea Selatan, dan Jepang yang tertuang dalam pernyataan bersama seluruh anggota seusai pertemuan berlangsung.


"Para negara anggota ASEAN+3 sepakat menjamin ketersediaan dana untuk melawan pandemi termasuk melalui usulan Covid-19 ASEAN responds funds," kata Retno dalam jumpa pers virtual seusai mendampingi Presiden Joko Widodo dalam KTT tersebut.

Retno mengatakan Covid-19 ASEAN responds funds itu berasal dari alokasi 10 persen dari total anggaran kerja sama ASEAN dengan negara mitra. 

Relokasi dana ini, tutur Retno, diprioritaskan untuk membeli peralatan kesehatan dan kebutuhan lainnya yang dibutuhkan negara ASEAN dalam menanggulangi penyebaran Covid-19 di kawasan.

Meski begitu, Retno tak menjelaskan jumlah pasti anggaran yang dialokasikan untuk dana darurat tersebut.

ASEAN Sepakat Relokasi Anggaran 10 Persen Tangani CoronaFoto: CNN Indonesia/Fajrian

Selain soal anggaran, Retno juga menuturkan ASEAN sepakat membentuk prosedur protokol pelacakan dan investigasi bersama penyebaran wabah corona.

Protokol bersama ini, kata Retno, penting dibentuk demi menyetop penyebaran virus corona secara lintas batas di kawasan.

Retno menuturkan pembentukan protokol bersama itu merupakan gagasan Indonesia dalam menyikapi perkembangan kasus corona yang terus melonjak di Asia Tenggara.

Berdasarkan data yang disampaikan Vietnam sebagai ketua ASEAN tahun ini, total jumlah kasus corona di seluruh negara anggota telah mencapai 19.997 pasien dengan 884 kematian per Senin (13/4).

Malaysia menjadi negara dengan kasus corona tertinggi di Asia Tenggara yakni mencapai 4.817 pasien dengan 77 kematian.

Meski begitu, Indonesia menjadi negara dengan angka kematian akibat corona tertinggi di ASEAN yakni mencapai 399 kematian dengan total 4.557 kasus per hari ini. (rds/evn)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK