Kepala Robert Koch Institute (RKI) untuk badan kesehatan masyarakat Jerman Lothar Wieler mengatakan saat ini para politisi tengah bersiap melakukan diskusi mengenai kapan harus mengakhiri lockdown untuk memperlambat penularan Covid-19.
"Saat ini infeksi virus corona telah stabil setelah sempat berada pada tingkat yang relatif tinggi. Tidak ada tanda yang jelas saat ini jika kasus tersebut akan menurun," ujar Wieler seperti dilansir AFP.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kanselir Jerman Angela Merkel rencananya akan melakukan konferensi pers untuk keputusan akhir terkait kebijakan lockdown pada Rabu (15/4). Lockdown Jerman semula dijadwalkan akan berakhir dalam hitungan kurang dari sepekan yakni pada 19 April nanti.
"Kita harus tetap disiplin di minggu-minggu terakhir. Sementara tren infeksi menuju ke arah positif, namun belum bisa dikatakan jika kasus ini telah berakhir," ujar Wieler.
Foto: CNN Indonesia/Fajrian |
Kebijakan pemerintah agar warga tetap di rumah dan warga berkerumun, termasuk menutup sekolah dan usaha telah memperlambat penyebaran virus corona di Jerman. Hasil pengujian juga mencatat jika lonjakan kasus terjadi lebih awal dari yang sebelumnya diperkirakan.
"Mengingat momentum saat ini, tidak ada perkiraan pasien yang dirawat akan bertambah. Dibandingkan negara lain, kondisi kami saat ini baik-baik saja," kata Wieler.
Akademi sains Leopoldina Jerman pada Senin (13/4) menerbitkan sebuah makalah yang menguraikan langkah-langkah yang pertama kali dilakukan saat lockdown dicabut. Secara bertahap, pemerintah bisa mulai membuka sekolah dan mengharuskan semua orang mengenakan masker saat di luar ruangan.
Hingga Senin (13/4) dini hari, RKI melaporkan 125.098 orang dinyatakan positif terinfeksi virus corona. Sekitar 68 ribu pasien dinyatakan sembuh, sementara 3.000 orang meninggal. (afp/evn)
Foto: CNN Indonesia/Fajrian